Lantas kapan penyebaran virus corona ini bisa segera dihentikan?
Untuk mengetahui hal tersebut, menurut Profesor Peter Hortez kita semua perlu berkaca pada berbagai kasus virus sebelumnya seperti Ebola, SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan H1N1 (flu burung).
Ebola, berhasil diatasi oleh masyarakat dunia setelah vaksin dan antivirus berhasil ditemukan oleh berbagai pihak yang bekerjasama dalam melakukan penelitian untuk mennghasilkan antivirus tersebut.
Sementara Virus SARS, bisa dihentikan penyebarannya setelah masyarakat luas melaksanakan intruksi agar menjaga kebugaran tubuh dan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sabun secara berkala.
Selain itu Wabah SARS ini juga terhenti karena faktor perubahan cuaca dan kelembaban, seperti yang diutarakan oleh Profesor John Nicholls dari University of Hongkong seperti yang dilansir oleh CNN.Com
Nah berkaca pada fakta tersebut, Dr. Howard Markel Direktur Pusat Sejarah Kesehatan dan Obat dari Michigan University mengatakan, bahwa wabah virus corona bisa berakhir saat perubahan cuaca terjadi dari musim yang dingin dan basah menjadi musim kering dan panas,Â
Ia memprediksi mulai bulan Mei virus itu akan mulai berkurang, bulan Juni akan mulai menghilang, dan bulan Juli hilang seluruhnya. Walaupun virus itu tak akan hilang untuk selamanya.
Hal senada juga diucapkan oleh Dr. Nancy Messonier, Direktur Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernapasan Centers for Disease Control & Prevention (CDC) Amerika Serikat.
Nancy meyakini, seperti halnya penyakit akibat virus pernapasan lainnya, COVID-19 bersifat musiman seperti misalnya influenza
"Oleh karena itu dalam banyak penyakit pernafasan virus kita memang melihat penurunan penyakit pada musim semi dan musim panas. Jadi kita bisa optimis bahwa penyakit ini akan mengikutinya," katanya, beberapa waktu lalu seperti yang dilansir oleh CNBCIndonesia.com.
Namun hal tersebut dibantah oleh Pejabat WHO, Tedros Adhanom Ghebrevesus menyatakan bahwa karakteristik virus ini unil tak seperti Influenza.