[caption id="attachment_303804" align="alignnone" width="783" caption="Ujian Nasional"][/caption]
" Kamu pokoknya harus lulus UN dengan nilai bagus, Apapun caranya akan papa bantu, dan Jika nilaimu bagus Akan papa belikan Iphone." Seruan dari salah satu orang tua yang menurutku lebay banget deh.
Kemudian anaknya yang mendengar kesempatan "emas" ini mulai mencari berbagai jurus untuk mengakali kesulitan ujian nasional, dari mulai menggali pengalaman "kakak senior" yang telah sukses di tahun sebelumnya, sampai tahap menyiapkan amunisi yang biasa terkenal di kalangan anak-anak dengan nama "Kunci". Suatu Delima yang menjadi kebiasaan anak-anak sekolah tingkat tahun ke-3 untuk SMP ,dan SMA bahkan murid SD tingkat 6 sekalipun.
UN Semakin Sulit Tiap Tahun
[caption id="attachment_303805" align="alignnone" width="380" caption="Siap Ujian Nasional"]
![1397882115538030964](https://assets.kompasiana.com/statics/files/2014/04/1397882115538030964.jpg?t=o&v=770)
Tidak dapat dipungkiri, standar nilai UN tiap tahun semakin naik, dan dengan diterapkan sistem 20 paket soal yang berbeda satu sama lain, menyebabkan banyak siswa yang ketakutan dari hari sebelum UN dilaksanakan.
Standar kelulusan yang harus tinggi, dan berkualitas, tidak dibarengi dengan sistem pengajaran yang baik mengakibatkan UN yang seharusnya menjadi suatu ajang tes pendidikan nasional yang berguna untuk menemukan bakat dan jurusan jenjang ke lebih tinggi berubah menjadi suatu tes yang menentukan masa depan murid-murid sepenuhnya.
Sebenarnya Apa Fungsi Dibalik Pendidikan ?
Pendidikan sebenarnya tidak harus muluk, dan ribet seperti sekarang, Pendidikan memiliki fungsi yang tegas untuk menjadi fasilitas perkembangan perilaku, dan membantu anak-anak yang akan segera menjadi calon masyarakat yang dewasa dalam mencari jati diri, dan berguna untuk sesama, dan bangsa.