Oleh: Fauzan Ridha & Endy Gunanto Marsasi
Dalam era transformasi digital yang semakin berkembang, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), bagian dari Subholding Gas di bawah PT Pertamina (Persero), mengambil langkah strategis untuk mendukung transisi menuju energi hijau. Komitmen ini sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 dan mendukung target kontribusi gas alam sebesar 24% dalam bauran energi nasional pada tahun 2050.
Digitalisasi untuk Efisiensi dan Keberlanjutan
Transformasi digital PGN meliputi berbagai inisiatif untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) telah menjadi pilar utama strategi ini. AI membantu mempercepat pengembangan infrastruktur, mengidentifikasi pasar potensial, dan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam. Sementara itu, IoT memungkinkan pengawasan jaringan distribusi secara real-time, mengurangi kebocoran gas hingga 15% pada tahun 2022, dan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.
Menurut laporan tahunan PGN 2023, transformasi digital berhasil meningkatkan efisiensi hingga 30% dan mengurangi emisi karbon sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi katalisator utama dalam mendukung keberlanjutan sektor energi.
Diversifikasi Portofolio Energi Baru Terbarukan
Selain digitalisasi, PGN juga aktif mendiversifikasi portofolio energinya untuk mendukung transisi energi hijau. Langkah-langkah strategis mencakup pengembangan hidrogen sebagai bahan bakar masa depan dan pemanfaatan biogas berbasis limbah organik. Uji coba konversi jaringan distribusi gas bumi untuk transportasi hidrogen telah dilakukan sebagai persiapan menuju adopsi teknologi ini.
PGN juga menjalin kolaborasi dengan komunitas lokal untuk mengembangkan fasilitas produksi biogas berbasis komunitas. Langkah ini tidak hanya mendukung keberlanjutan energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pedesaan.
Kolaborasi untuk Inovasi
PGN menggandeng universitas, startup teknologi, dan institusi riset untuk mempercepat inovasi dalam sektor energi. Salah satu hasil kolaborasi adalah pengembangan algoritma berbasis machine learning yang mampu mendeteksi kebocoran gas dengan akurasi hingga 95%. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan keamanan jaringan, tetapi juga mengurangi biaya pemeliharaan hingga 20%.
Kemitraan strategis ini juga mencakup program magang bagi mahasiswa, memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi hijau.