Malam ini adalah malam kedua saya menginap di rumah sakit. Bukan saya yang sakit tapi bertugas menjaga kakak yang sakit. Sendirian pula.
Sebagai gemini yang pembosan dan perempuan yang agak aneh, malam-malam saya malah nongkrong di lorong rumah sakit.Â
Celangak celinguk, dan mulai berpikir, apa benar ada hantu di rumah sakit seperti di film. Ada Suster Ngesot, Suster Keramas, judul yang belum ada Suster Kutuan (karena ngga pernah keramas).
Saya bukan indigo tapi stabilo kadang stabil kadang sedikit gilo (gila), eh.
Jadi, tidak bisa dan belum pernah lihat rupa hantu. Itulah sebab saya tidak penakut tapi nakutin, oh.
Saya mulai berhalusinasi, bagaimana rupa hantu. Kalau bisa lihat hantu, nanti mau ngobrolin apa. Ceritanya pedekate, uh.
Angin sepoi-sepoi jam 23.15 WIB, bunga-bunga yang tak terawat melambai-lambai. Bunyi tapak kaki terdengar lambat merayap. Siapa? Oh, seorang perawat lewat.
Di depan salah satu ruang terdengar bayi menangis, ya iyalah itu ruangan kebidanan.Â
Hadeh, hantunya mana? Saya mesti agresif dan aktif. Harus memulai pembicaraan.
"Halo hantu, kamu di mana?" Saya mulai bertanya. Diam. Sekelebat bayangan lewat.Â