Ilalang usah dipetik
Cukup menemani dikau dalam penat kelana
Aromanya tak seharum kembang cantik
Tetesan peluh telah memberi aroma berbeda
Pintu kokoh usah kau ketuk
Tuli telah menulikan telinga
Tak kudengar rayuan muluk
Ruang hati kosong berjelaga
Jangan jatuh cinta tergesa
Sedang kubebat luka yang mematikan gairah
Yang kubawa meniti hari gersang nelangsa
Maafkan, kenang masih membunuh kalah
FS, 26 Februari 2022
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI