Dulunya, saya bekerja di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mempunyai jaringan kerja di seluruh dunia, tentu saja banyak bergaul dengan orang asing. Orang asing yang bekerja di Indonesia atau ekspatriat ini, ada yang menjadi konsultan dengan masa kerja yang sudah ditentukan.
Ada juga orang asing yang melakukan penelitian di Indonesia. Salah satu yang akrab dengan saya adalah Annelieke Ritjema, yang melakukan penelitian dari Utrecht University, Belanda. Saya memanggilnya tante Lieke. Dia bertanya, kenapa dipanggil tante? Ya, karena tante badannya lebih besar dari saya. Ngga ada hubungan pastinya. Tante Lieke sangat baik pada saya dan teman-teman. Suka bawa oleh-oleh dari Belanda, seperti cokelat yang enak banget. Ketika saya kena malaria, tante Lieke membawakan sop kesukaan saya. Duh terharu.
Mereka juga disiplin dalam soal kerja, waktu dan uang. Janjinya jam 09.00 wib, maka harus on time. Salah satu boss saya, orang Amerika Raleigh Blouch, pernah menjemput, menunggui dan mengantar pulang. Karena pada saat itu staf banyak yang cuti liburan akhir tahun. Hanya saya yang stay dan bisa diminta bantuan untuk membuat peta sebagai lampiran laporan. Ucapan terima kasih darinya terasa sangat tulus karena menghargai saya bekerja dan datang on time. Kalau orang Indonesia yang mengucapkan terima kasih terkesan basa basi saja.
Namun tidak dapat dipungkiri ekspatriat di Indonesia kadang salarynya lebih besar dari tenaga profesional asli Indonesia. Entah darimana hitung-hitungannya sampai beda begitu. Padahal tenaga ahli kita tidak kalah dari mereka.
Jadi, saya selama bergaul dengan orang luar negri yang kita sebut bule, saya menilai mereka sangat respect kalau kita juga respect pada mereka. Selalu harus tepat waktu, tepat janji, dan mereka sedikit pelit dengan uang. Kalaupun mereka memberi hadiah lebih berupa barang. Jika kita ulang tahun, bejibun deh kata-kata indah yang mereka berikan. Ya bule menurut saya sangat romantis. Andres Cano yang berasal dari Spanyol, seorang trainer saya dibidang peta, sampai saat ini masih rajin mengucapkan "happy birthday" buat saya.
Memang manusia tak ada bedanya, perbedaannya hanya pada sikap, karakter pada masing-masing manusia. Bukan berarti orang Indonesia tidak bisa seperti orang bule, ini hanya tergantung kebiasaan. Mungkin ucapan selamat ulang tahun tidak begitu penting bagi sebagian kita. Lebih penting, hari ini makan apa?
FS, 20 Januari 2021
#isolasimandiri
#day2
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI