Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Best in Fiction Kompasiana Award 2022- Kompasianer Teraktif 2020/2021/2022 - ^Puisi adalah suara sekaligus kaki bagi hati^

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kita dan Sebuah Biduk

4 Januari 2021   18:52 Diperbarui: 4 Januari 2021   20:23 240
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apalah daya sebuah biduk
Tanpa dayung
Pun yang mendayung
Terapung-apung gelisah
Tak tentu arah
Hanya memandang air mengalir
Dari hulu ke hilir

Aku meminta padamu,
Maukah kau seberangkan aku?
Sebentar saja
Ingin kupetik mawar di taman bunga
Tanda kita pernah bersama berbiduk
Padamu cintaku terantuk

Biduk telah berbalik haluan
Entah kapan kita kembali berduaan
Moga sungai ini masih berair
Dari kemarau yang tak mau menyingkir
Sang biduk moga tak lapuk
Termakan usia membubuk

FS, 4 Januari 2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun