"Jika ditanya orang dewasa itu seperti apa, menurut saya orang dewasa itu adalah orang yang tidak takut dengan segala hal," ujar Adi, anak seorang polisi yang baru berusia 10 tahun. Adi yang sering melihat ayahnya melakukan tugas - tugas polisi, akhirnya mendapat gambaran tentang orang dewasa itu seperti apa.
Adi yang sangat mengidolakan orang dewasa, tidak sabar untuk menjadi dewasa suatu saat nanti. Karena ketidaksabarannya ia sampai menanyakan bagaimana menjadi dewasa kepada ayahnya.
"Ayah, Adi enggak sabar buat jadi orang dewasa. Ada cara cepatnya, enggak?", ujar Adi.
"Hahaha, mengapa kamu tiba - tiba menanyakan begitu, Di?", jawab Ayah sedikit bingung.
"Habisnya Adi ingin sekali cepat menjadi dewasa," jawab Adi dengan antusias.
"Kalau begitu kamu dari sekarang juga sudah bisa jadi dewasa loh, Di", jawab Ayah yang membuat Adi kiab penasaran.
"Bagaimana itu yah? Beri tahu Adi caranya, Yah!", Tanya Adi dengan penuh harap.
"Kamu hanya perlu bersikap seperti orang dewasa saja", jawab Ayah.
"ohh", Adi mengangguk dengan ekspresi yang masih kebingungan.
Merasa kurang puas dengan jawaban ayannya, akhirnya Adi mencari cara lain untuk menjadi dewasa. Setelah berpikir lama, Adi tahu bahwa orang dewasa tidak takut apapun. Adipun memutuskan untuk menghilangkan rasa takut terbesarnya, yang tidak lain adalah monster.
Adipun menyusun rencana untuk menghilangkan rasa takutnya itu. Dan Ia memutuskan untuk memulai rencana malam ini. Sebelum tidur Adi pun langsung menyalakan tv dan menonton film tentang monster.Â
Dengan rasa takut dan degup jantungnya yang terpacu semakin cepat, Adi terus memaksakan untuk menonton tanpa menutup matanya. Akhirnya film telah berakhir tetapi Adi masih gemeteran ketakutan.Â
Matanya memerah dan tubuhnya masih lemah saking takutnya. Ia perlahan - lahan berjalan menuju kamarnya dengan waswas sambil melihat kanan kiri, depan belakang, atas bawah, berhati - hati dan berharap tidak muncul monster secara tiba - tiba.
Sesampainya di kamar, Adi langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, tiba - tiba "Grrrr", Adi langsung terbangun ketakutan. Dengan berat hati Adi mengambil senter dan mengecek sekeliling kamarnya. Ia tidak menemukan apapun, tetapi "Grrrr" suara itu masih terdengar dan sepertinya suara itu berasal dari bawah kasurnya.Â
Tempat yang sangat tidak diharapkan oleh Adi. Karena film yang ia tonton menampilkan monster yang tiba - tiba muncul dari bawah kasur dan langsung menerkam korbannya.Â
Dengan rasa ketakutan yang Ia coba tepis, Adi pun mencoba memberanikan diri untuk melihat di bawah kasurnya karena ia ingin menjadi seperti orang dewasa yang tidak takut dengan semua hal.
Saat Adi melihat ke bawah kasurnya, tiba - tiba terlihat dua mata berwarna kuning menyala seakan siap menerkam mangsanya. Tanpa pikir panjang Adi pun langsung berlari secepat mungkin keluar dari kamarnya dan langsung ke arah kamar ayahnya.
"Ayaaahh", teriak Adi sepanjang dari kamarnya hingga kamar orangtuanya.
"Ada apa Adi, mengapa teriak - teriak? Ini sudah malam loh," tanya Ayah kebingungan.
"A-ada mo-monster yah?", Jawab Adi terbatah - batah.
"Monster? Dimana?", Ujar ayah kebingungan.
"Iya, Yah. Tadi Adi liat monster di bawah kasur Adi," jawab Adi.
"Masa sih? Coba ayah lihat monsternya."
Ayah dan Adi pun langsung menuju kamar Adi. Sesampai di kamar Adi.
"Dimana sih monsternya, Di?"
"Itu yah di bawah kasur", ujar Adi sambil menunjuk bawah kasur.
"Coba ayah liat", Ayah pun langsung melihat ke bawah kasur Adi dan tiba - tiba telihat mata berwarna kuning itu kembali. Tanpa ragu ayah langsung menyalakan senternya, dan ternyata kedua mata kuning tersebut adalah milik kucing hitam yang sepertinya tersesat dan masuk kamar Adi tanpa sengaja.
"Ini bukan monster, Di. Ini mah cuma kucing hitam yang kesasar, kok bisa - bisanya kamu ngomong kalo ada monster?", ujar ayah
"Habisnya Adi ketakutan, abis nonton film monster," jawab Adi
"Ada - ada aja ya Adi, kamu kan takut sama monster kok malah nonton film monster?" tanya ayah
"Adi kan mau cepat jadi dewasa, nah jadinya Adi coba untuk hilangin rasa takut Adi," jawab Adi
"Di, jadi dewasa tuh buka berarti kamu tidak takut apa - apa, memang orang dewasa tidak takut pada Tuhan atau orangtuanya? Menjadi dewasa itu berarti mau bertanggung jawab, mengetahui mana yang benar dan salah, jadinya bukan berarti kamu berani terus akan menjadi dewasa, Ayah saja masih punya hal yang ditakutin, kok, " ujar ayah.
"ohh gitu yah, berarti kalo Adi tanggung jawab sama melakukan hal yang benar berarti Adi udah jadi dewasa?", Tanya Adi.
"Jadi dewasa gak semudah itu Adi, nanti kamu akan mengerti sendiri apa itu menjadi dewasa seiring kamu berkembang. Jadi sabar ya Adi nanti kamu pasti juga akan dewasa kalau waktunya telah tiba. Ingat tua dan dewasa itu berbeda loh," ujar Ayah
"Oke yah sekarang adi mengerti, Adi gak akan buru - buru lagi jadi dewasa yah", ujar Adi diakhiri oleh senyum lebarnya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI