Mohon tunggu...
Farichal Muafy
Farichal Muafy Mohon Tunggu... Pengajar Filsafat Islam

Hobi membaca, tertarik pada kajian-kajian psikologi, sosiologi dan filsafat

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Dampak Negatif Algoritma Media Sosial

21 Maret 2025   04:59 Diperbarui: 21 Maret 2025   04:59 21
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar dibuat oleh AI

Algoritma media sosial yang dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan para pengguna, telah menciptakan ruang gema yang berbahaya bagi perkembangan psikologis sekaligus intelektualitas mereka. Ketika para pengguna hanya mengonsumsi konten yang selaras dengan pandangannya sendiri, bias konfirmasi mereka akan semakin menguat, dan membuat mereka semakin yakin bahwa perspektif mereka adalah satu-satunya kebenaran. Tanpa adanya sudut pandang yang berbeda, kemampuan berpikir kritis akan melemah, sementara keyakinan yang sudah ada semakin mengakar dan sulit diubah.

Fenomena ini menyebabkan polarisasi dan ekstremisme di tengah masyarakat, karena jika pandangan seseorang terus-menerus dikuatkan, maka ia cenderung bergerak ke arah pemikiran yang lebih ekstrem, dan jarak pemahaman antar kelompok yang berbeda semakin melebar, hingga menghasilkan masyarakat yang terpecah-belah dan sulit mencapai kata sepakat. Dialog konstruktif pun menjadi hampir mustahil karena setiap kelompok terhijab dalam dimensi informasi yang lain. 

Persepsi yang terdistorsi adalah konsekuensi serius lainnya dari ruang gema digital. Seseorang bisa jadi beranggapan bahwa pandangannya dianut oleh mayoritas orang, padahal ia hanyalah salah satu yang terpapar oleh bagian kecil dari spektrum opini yang ada. Distorsi ini menciptakan ilusi konsensus, sehingga hal itu dapat mempersulit seseorang dalam memahami kompleksitas isu-isu sosial, politik, dan budaya. Mereka mungkin terkejut, atau bahkan marah ketika berhadapan dengan kenyataan bahwa banyak juga orang yang memiliki pandangan yang benar-benar berbeda dari pandangannya. 

Dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Terjebak dalam ruang gema digital dapat memicu rasa permusuhan terhadap kelompok yang dianggap berbeda. Isolasi dunia maya ini dapat mengarah pada isolasi dunia nyata, karena seseorang akhirnya menjadi sulit berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kesadaran bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang tidak mungkin dihindari sampai hari kiamat, serta upaya aktif untuk mencari ragam pendapat, dan membangun keterampilan berpikir kritis di tengah 'gempuran' informasi digital ini. (*) 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun