Mohon tunggu...
Farhan Rakasima
Farhan Rakasima Mohon Tunggu... -

freelance Photography street Photography, promotion, Public releation, and Master of Ceremony

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Foto Duniaku, Dunia Fotoku

8 April 2015   09:13 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:23 59
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebuah kejadian, kadang terlewatkan,,, namun,, kini dengan sekali Klik.. jepreet,,, momen indah pun b isa terciptakan,

namun,, tak semudah untuk membuat sebuah hasil jepretan menjadi sebuah nilai seni indah, banyak hal yang kita lakukan untuk menghasilkan hal tersebut... hingga kita kadang di cap sebagai  fotografer
Salah satu pemahaman yang salah untuk menjadi fotografer profesional adalah tersedianya perlengkapan yang canggih. Fotografer profesional harus memiliki bergama jenis lensa, peralatan ini-itu, dan sebagainya. Dengan perlengkapan yang canggih, dapat dipastikan hasil fotografi yang didapat akan lebih optimal. Pernyataan tersebut ada benarnya, namun tidak sepenuhnya demikian. Tanpa seabrek peralatan canggih, Anda tetap bisa memulai menjadi fotografer profesional.

14284584862040399114
14284584862040399114

Kunci utamanya ketika peralatan yang dimiliki serba pas-pasan adalah kenali alat yang dimiliki sebaik mungkin. Menjadi fotografer sukses membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang fotografi. Kenalilah peralatan yang dimiliki seperti Anda megenali sahabat. Mulailah dengan menggunakan kamera yang sederhana sebelum menggunakan kamera dengan harga puluhan juta rupiah.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk menambah pengetahuan adalah membaca buku, majalah, dan berbagai macam artikel. Dari sumber tersebut, Anda akan mendapat berbagai macam tips dan trik terbaru untuk mengambil foto yang bagus. Setelah itu, pastikan Anda juga bisa menggunakan alat lain selain kamera seperti lampu flash atau lensa yang berbeda.
nah selain itu, untuk menghasilkan hasil karya yang baik, sekali lagi , bukan dari seberrapa bagus alat / kamera yang digunakan, namun, bagaimana kita mengoptimalkan peralatan kita yang ada..
Jika tidak sempat ikut kursus, tidak ada biaya, materi yang diajarkan tidak cocok, bergabung dengan komunitas fotografi dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan. Ada banyak komunitas yang bisa diikuti baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Jika tidak memiliki kesempatan dan terlalu sibuk, bergabunglah dengan komunitas fotografi di dunia maya. Dalam komunitas tersebut, para anggotanya akan saling memberikan masukan satu sama lain.
salah satu komunitas fotografer di kota Ambon, yang saya kenal adalah LapanBlas-55 fotographer community, banyak hal yang saya dapatkan komunitas itu...
1428458554460821526
1428458554460821526


nah yang berikutnya, Jika Anda menyukai fotografi, maka fokuskan hanya pada bidang tersebut. Jika Anda menyukai fotografi di bidang pernikahan, maka fokuskan pula pada bidang tersebut. Untuk menentukan bidang tersebut, cobalah menjelajahi semua bidang fotografi mulai dari di luar ruang, di dalam ruang, di alam, portrait, landscape, dan lain-lain. Dengan mencoba semua hal, akan diketahui mana yang akan menjadi minat Anda.
Usahakan jangan terpengaruh dengan yang dikatakan orang lain. Sebagai contoh, kebanyakan fotografer menolak untuk memotret acara pernikahan karena membutuhkan banyak persiapan. Jika Anda menyukai acara pernikahan, lakukan dan terus asah kemampuan. Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya kemampuan, peluang bisnis akan mengikuti dengan sendirinya. Tentukan keahlian berdasarkan kenyamanan Anda melakuk
an hal tersebut.
kebetulan saya tertarik di genre street photography,  banyak fenomena sosial yang saya dapat disana, menjadi pelajaran tersendiri bagi saya pribadi.
1428458621180392914
1428458621180392914

street Fotogrphy  adalah sebuah genre foto yang Tak ada yang direkayasa atau disiapkan sebelumnya dalam penggambilan gambar, dan kita pun dituntut mampu berpikir cepaat untuk menentukan angle/moment yang pas serta pengaturan cahaya pada kamera dengan segera, sebelum moment itu berakhir..
One day, One moment, one frame......
1428458995470830690
1428458995470830690

14284590341191492137
14284590341191492137

1428459083247690278
1428459083247690278
1428459138580010523
1428459138580010523

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun