Kehidupan yang damai adalah impian setiap orang, mengarungi perjalanan hidup serasa tenang dan nyaman ketika kebahagiaan lahir dan batin menyelimuti kalbu. manusia sebagai mahluk sosial yang keberadaannya tidak bisa hidup sendiri memerlukan bantuan orang lain dalam tindak langkah hidupnya, mejadikan manusia sangat erat membutuhkan komunikasi dan interaksi. komunikasi merupakan cara memahami kondisi dengan bahasa, interaksi merupakan ekspresi dalam memahami kondisi dengan gaya dan gertur tertentu.Â
Viral beberapa belakangan yang lalu dalam film kaleh welas yang menyebutkan, komunikasi itu harus dua arah!! kalau satu arah itu namanya khutbah. padahal komunikasi satu arah bukan hanya khutbah saja, komunikasi dengan diri sendiri juga satu arah, berbicara dengan diri sendiri dijawab oleh diri sendiri pula meskipun jatuhnya intropeksi diri. atau bahkan beberapa dari kita tidak sedikit berbicara dengan benda mati, disaat galau atau baper (bawa perasaan) seseorang yang bahagia atau sedih bisa berbicara dengan dinding tembok kamarnya. komunikasi satu arah dengan jalan batin komunikasi yang kita tidak tau balasannya pun itu juga termasuk satu arah, misalnya ber-tawassul, ber-tawassul adalah ibadah batiniyyah upaya komunikasi dengan seseorang yang sudah meninggal atau bahkan dengan seseorang yang masih hidup dengan diiringi doa dan harapan tertentu. membaca ayat-ayat suci al-qur'an untuk menyampaikan pahala bagi seseorang tersebut.
Komunikasi dan tawassul adalah dua cara yang sama untuk menjaga silaturrahmi, silaturrahmi lahiriyyah dan silaturrahmi batinniyyah, karena pada dasarnya seseorang sangat membutuhkan komunikasi sosial dan komunikasi spiritual untuk mendapat kedamaian. jika manusia terdiri dari fisik dan ruh maka fisik dan ruh juga memerlukan imunitas sosial dan imunitas spiritual. jika manusia membutuhkan asupan makanan dan interaksi untuk sisi kehidupan sosialnya, maka manusia juga membutuhkan doa tawassul dan insting kesalehannya untuk sisi kehidupan spiritualitasnya. tali silaturrahmi mengikat dengan tepat dan benar manusia akan bisa menyeimbangkan hidupnya, membentuk karakternya, menguatkan mentalnya dan menghidupkan hidupnya. istilah riyadhoh yaitu melatih secara fisik melatih secara ruh bersamaan. menjadikan ibadah dengan melatih fisik, menguatkan kekuatan bersaam antara lahiriyyah dan batiniyyah.
- Kekuatan itu perlu dengan paksaan diawal, berlatih dengan paksaan dan tekanan akan membentuk kekuatan. terbentur atau dibenturkan beberapakali akan terbentuk. jika seseorang mempunyai kekuatan maka akan bisa menjaga, seseorang yang selalu berkomunikasi dan ber-tawassul akan mempunyai kekuatan dari keduanya, begitupula dengan kekuatan komunikasi dan tawassul akan menjaga tali silaturrahmi. Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI