Manusia adalah makhluk yang dinamis, sejalan dengan dinamika zaman yang terus menerus mengalami perubahan. Kehidupan yang semakin kompleks membuat perilaku manusia juga turut terkena dampaknya.
Manusia adalah sebaik-baiknya makhluk yang diciptakan Tuhan dengan segala potensi yang dimilikinya. Namun, kita sebagai manusia terkadang kurang bersyukur dan menyadari akan hal ini dan cenderung mengerdilkan diri sendiri. Padahal mengerdilkan diri adalah hal yang sangat keliru dan mesti segera dibenahi. Karena dengan mengerdilkan diri dan selalu menganggap diri tak mampu artinya kita menyia-nyiakan anugerah dan nikmat yang telah Tuhan berikan.
Manusia sebagai makhluk sosial tentu tak dapat hidup sendiri, sekalipun ia mampu, pasti akan terasa begitu sulit. Sejatinya hubungan sosial yang ada mesti dijaga dan dirawat, sehingga ketika salah satu dari kita ada masalah, satu dari lainnya dapat membantu, mendukung, dan menguatkan diri kita. Karena pemicu utama lahirnya naluri bunuh diri adalah kesendirian dan keterasingan. Bingung kemana tempat bercerita, merasa seakan dunia tak lagi ada artinya, merasa semuanya tak ada yang mengerti dan memahami derita pribadi.
Fenomena gangguan mental dan tekanan batin yang kemudian berlanjut pada prosesi bunuh diri yang belakangan ini kian marak terjadi, membuat penulis resah dan sangat amat turut prihatin. Tentunya banyak faktor yang membuat mereka memilih meregang nyawanya, meski dalam hati kecilnya sejatinya mereka tidak mau melakukannya. Mereka melakukannya karena keterpaksaan dan berharap masalah yang dialaminya hilang ketika kematian mereka datang. Padahal belum tentu.
Kita yang hari ini masih hidup, harus bijak dan jadikan kepergian mereka tidak sia-sia dengan kita belajar darinya. Ambil hikmahnya, bukan malah justru mengikuti jejaknya. Jangan menyerah seberat apapun masalah menerka, jangan putus asa selebat apapun badai yang menerpa. Badai pasti berlalu dan kita pasti bisa melaluinya.
Perlu kita ingat juga bahwa cobaan atau ujian yang tengah kita jalani saat ini, tidaklah akan melebihi batas kemampuan kita sebagai manusia. Semua sudah diatur oleh-Nya, dan Dia yakin kita mampu melewatinya dan menjadi pribadi yang lebih kuat.
Yuk semangat, jangan layu sebelum berkembang.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI