Mohon tunggu...
Fachrialhabsy
Fachrialhabsy Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

"Satu-satunya kebijaksanaan sejati adalah mengetahui bahwa Anda tidak tahu apa-apa." - Socrates

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Kebakaran Di Los Angeles Merupakan Azab Dari Allah SWT Untuk Donald Trump, Apakah Benar?

14 Januari 2025   23:30 Diperbarui: 15 Januari 2025   07:33 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kebakaran di Los Angeles (sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250111092615-134-1186032/korban-tewas-kebakaran-los-angeles-bertambah)

Hari ini, tanggal 14 Januari 2025, tepat 7 hari sejak pemberitaan tentang kebakaran di Los Angeles, California. Kebakaran ini telah merenggut setidaknya 24 jiwa, dan lebih dari 1.000 bangunan telah menjadi arang. Tak hanya itu, musibah ini juga menyebabkan kerugian luar biasa, yaitu sekitar USD 52 miliar hingga USD 57 miliar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ini karma dari niat jahat Donald Trump yang ingin menjadikan Gaza sebagai neraka?

Trump, dalam kampanyenya, sempat mengancam akan membumihanguskan Gaza jika sandera Israel yang ditahan oleh Hamas tidak dibebaskan sebelum pelantikannya pada 20 Desember 2025. Dengan kuasa Allah SWT, gara-gara beberapa kata yang dilontarkan oleh Trump, kota yang memiliki julukan "Kota Para Malaikat" itu menjadi lautan api. Dari sinilah timbul paradigma masyarakat bahwa Allah SWT itu Maha Adil dan Maha Kuasa.

Jika kita kaitkan dengan Al-Qur'an dan hadis, begitu banyak dalil yang relevan dengan kejadian ini. Menurut saya, salah satu potongan ayat Al-Qur'an yang sangat menggambarkan kejadian ini adalah QS Fathir(35:43):


"Karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana jahat mereka. Akibat (buruk) dari rencana jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanya menunggu ketetapan (yang berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka, kamu tidak akan mendapatkan perubahan atas ketetapan Allah dan tidak (pula) akan menemukan penyimpangan bagi ketetapan Allah itu."

Potongan ayat tersebut menjelaskan bahwa rencana jahat seseorang akan menjadi bumerang baginya. Jika balasan itu tidak menimpanya di dunia, maka balasan itu pasti akan menimpanya di akhirat. Saya pernah mendengarkan ceramah dari Buya Yahya. Beliau mengungkapkan bahwa balasan yang ada di dunia itu hanyalah segelintir kecil dibandingkan balasan di akhirat nanti. Jadi, dapat disimpulkan bahwa segala hal yang dinilai salah bukan berarti tidak akan mendapatkan balasannya, tetapi konsekuensinya akan diberikan di akhir nanti, yaitu di akhirat.

Saya belakangan ini melakukan riset terhadap kejadian ini ke beberapa orang yang saya kenal. Sebagian besar dari mereka setuju bahwa kebakaran di Los Angeles ini merupakan azab dari perkataan pemimpin mereka. Ada juga yang mengatakan bahwa ini merupakan strategi pemerintah AS yang ingin menjadikan Los Angeles sebagai kota baru yang lebih modern dengan cara meratakan daerah tersebut, sehingga dapat mempercepat pembangunan tanpa perlu melakukan negosiasi untuk merelokasi masyarakat di sana.

Tetapi paradigma tersebut digadang-gadang hanya untuk menutupi fakta bahwa itu merupakan azab yang Allah SWT berikan kepada mereka. Karena sebelum kebakaran ini terjadi, pasokan air di daerah tersebut menipis akibat jarangnya hujan belakangan ini. Kebakaran tersebut juga diperburuk oleh adanya angin Santa Ana. Secara logika, tidak ada satu pun manusia yang bisa mengendalikan hujan dan angin. Sebab, pada dasarnya manusia diciptakan dengan penuh keterbatasan. Kejadian ini cukup membuktikan bahwa segala sesuatu yang kita alami, baik suka maupun duka, telah diatur oleh Allah SWT. Tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan bagian dari rencana-Nya yang sempurna.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, selayaknya ucapan seorang muslim ketika menghadapi musibah. Tidak pantas kita memiliki rasa puas hati atas penderitaan orang lain. Bagaimanapun juga, mereka adalah tanggung jawab kita sebagai manusia yang seharusnya dimanusiakan. Ada juga hal yang harus kita ketahui, bahwa di sana terdapat WNI dan umat muslim yang rumah serta masjidnya terbakar. Salah satu masjid yang ikut dilahap api adalah Masjid At-Taqwa di Altadena, Los Angeles, yang berdiri sejak tahun 1970. Di sana terdapat 200 jamaah yang beribadah setiap harinya. Atas kejadian ini, umat muslim di sana kehilangan tempat ibadah mereka. Maka dari itu, sudah selayaknya kita tidak memandang buruk apa yang terjadi pada suatu musibah, karena semua kembali kepada kehendak Allah SWT.

Begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari musibah ini. Seperti yang diungkapkan Felix Siauw dalam salah satu video TikTok-nya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk kita semakin melek terhadap keadaan Gaza. Mereka dapat merasakan apa yang saudara-saudara kita di Gaza rasakan, dan ini dapat menyadarkan orang-orang di dunia bahwa ada musibah yang lebih besar yang telah memakan setidaknya 46.600 jiwa, yang di dominasi anak-anak dan perempuan. video tersebut membangun paradigma yang seharusnya secara tidak langsung ada di dalam hati dan pikiran kaum muslimin/ muslimat karna sebaik baiknya hati dan pikiran seorang muslim yang berbahagia akan selalu mengingat bahwa kebahagian itu tidak luput dari ujian kehidupan dan ujian seorang kaum itu pun tidak menutup kebahagiaannya kelak, ini adalah perspektif yang penting, setidaknya bagi saya untuk selalu bersyukur dan menempatkan segala sesuatu dengan secukupnya.

Semoga para korban diberi ketabahan, dan kita semua diberi hidayah untuk selalu berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Amin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun