Tidak hanya perbankan yang menghadapi perubahan akibat munculnya teknologi pintar, namun asuransi juga akan mengalami fenomena tersebut dalam waktu dekat, kumpulan dari status twitter saya, coba saya rangkai kembali dalam suatu tulisan mengenai masa depan asuransi, berikut fenomena yang perlu diwaspadai :
Tantangan dalam Distribusi channel
Perusahaan asuransi menjadi lebih memperhatikan keinginan pelanggan karena data pelanggan secara Big Data telah didapatkan, dan lebih focus pada pelayanan pelanggan karena pelanggan dapat menilai langsung perusahaan asuransi yang berdampak pada brand perusahaan.
Asuransi lebih dapat melakukan integrasi antar produk --produk sehingga dapat memberikan keputusan manajemen yang baik, asuransi dapat membuat intergasi bahkan sinergi antar produk --produk nya sehingga konsumen lebih dimanjakan atas integrasi produk tersebut.
Akibat dari hal diatas maka nasabah dapat bebas menentukan atau meminta produk yang ingingkan (tailor Made) sesuai keperluan mereka sepanjang perhitungan dan kustomisasi bisa dilakukan oleh perusahaan asuransi.
Underwriting yang dilakukan mesin
Pola underwriting akan semakin rumit karena risiko yang diminta oleh pelanggan semakin beragam sehingga perhitungan risiko individual mungkin saja dilakukan. Semuanya dengan mudah dilakukan dengan bantuan mesin canggih.
Peluang untuk start up menjadi industry baru menyediakan B2B fasilitas untuk kepentingan Analisa Underwriting maupun Proses klaim. dimana keuntungannya kembali kepada nasabah dengan pilihan lebih mudah dan sederhana.
Beberapa Asuransi akan menghadapi konflik dari produk yang akan dijual karena adanya peluang double cover antar satu produk dengan produk lain terakit dengan perlusan --perluasannya.
Munculnya produk baru yang unik
Permintaan Konsumen akan produk baru akan meningkat dan  memaksa asuransi untuk memnuhi permintaan mereka namun disisi lain peluang untuk fraud oleh nasabah menjadi meningkat dan harus diwaspadai.