Selain karena fenomena remaja "ingin keren" yang mengimitasi perilaku dari lingkungannya, faktor ini tak bisa dipungkiri juga turut memiliki andil.
Sama halnya dengan Ardi Rizal, bocah yang sempat viral karena bisa mengonsumsi hingga 40 rokok per hari meskipun waktu itu umurnya baru 2 tahun. Dikatakan bahwa awal mulanya ia diberi rokok oleh orangtuanya adalah agar ia tidak menangis dan mengamuk. Tidakkah terdengar sama seperti orang dewasa yang merokok untuk melepas stres?
Musuh terberat itu adalah diri sendiri
Memasang label "merokok membunuhmu" dengan sepetak gambar mengerikan tak akan cukup membuat seseorang berpaling dari rokok. Karena jelas-jelas salah satu kriteria adiksi adalah "use despite harmful effects". Meskipun tidak menutup kemungkinan edukasi terhadap bahaya rokok juga bisa menyadarkan sebagian pecandu untuk berhenti.
Karena awal mula adiksi ini terbentuk dari mekanisme koping yang maladaptif, maka ketika seseorang memutuskan untuk berhenti merokok, masalah tidak akan selesai sampai ia menemukan mekanisme koping baru. Kegagalan pada hal ini akan membuat seseorang menjadi perokok residif.
Seseorang yang hendak keluar dari belenggu adiksi rokok harus berhadapan dengan musuh terberatnya yaitu diri sendiri. Maka kita sebagai orang-orang yang ada disekitarnya harus memberikan dukungan baginya untuk meninggalkan rokok. Kita sebaiknya tidak menghakimi, mungkin mereka juga sedang kesulitan melawan diri sendiri untuk keluar dari adiksi itu.
Begitu juga bagi yang telah terlanjur menjadi perokok, jagalah kesehatan orang-orang yang ada di sekitar agar tidak ikut menghisap asap rokok. Bayangkan penyakit-penyakit mengerikan yang tergambar di kotak rokok itu menyerang orang-orang di sekitar yang tidak bersalah, atau bahkan keluarga sendiri yang sangat disayangi.
Berusahalah sekuat tenaga keluar dari belenggu bernama adiksi rokok. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang-orang terdekat serta bantuan ahli. Pertolongan ini akan membantu untuk menghindari kondisi berisiko tinggi yang mencetuskan pecandu untuk kembali merokok, menghindari orang, tempat, dan benda yang mencetuskan aktivitas ini. Serta yang terpenting yaitu mengembangkan kemampuan relaksasi dan manajemen stres, membentuk mekanisme koping dan perilaku yang baru.
Mengubah dunia itu dimulai dari mengubah diri sendiri dan orang-orang terdekat
Mulailah melihat ada apa di balik adiksi itu. Keluar dari suatu adiksi memang sulit. Namun sebenarnya, sulit itu artinya bisa, hanya butuh usaha lebih.
Tidak bermaksud menggurui, hanya berbagi. Semoga bermanfaat.