Mohon tunggu...
Everidea Education
Everidea Education Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Perusahaan

Everidea Education adalah Social Impact Organization yang berfokus pada pengembangan pendidikan 21st Century Skills melalui Gamifikasi, Digital Assessment, dan Konten Kreatif Digital.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Benahi Bahasa Budaya Bangsa

18 November 2021   16:56 Diperbarui: 18 November 2021   17:17 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Youtube Kemendikbud RI

Hai hai, Sobat Edu! Udah kangen belum nih sama Mindu? Hihihi, emang Mindu ngangenin, sih. Sobat Edu apa kabar? Semoga sehat-sehat terus yaa! Mindu ga tega soalnya kalau harus liat kamu sakit, huhuhu... Eitsss, ngomongin tentang kabar, Sobat Edu sadar gak sih kalau ada kalimat yang kurang tepat dari tulisan Mindu di atas? Waduh, yang mana tuh? Ada yang tau ga nih?

Tepat sekali, pertanyaan "Apa Kabar?" itu sebenernya salah satu contoh penggunaan kalimat yang kurang tepat, Sobat Edu. Alih-alih menanyakan "Apa kabar?" Sobat Edu lebih tepat untuk nanya "Bagaimana kabarnya?". Lho, kok gitu sih? Ini dikarenakan penggunaan kata tanya "apa" dan "bagaimana" itu beda lho, Sobat Edu. 

Kata "bagaimana" pada dasarnya tuh dipake untuk kita kalau mau nanyain keadaan dari sesuatu, cara ngelakuin sesuatu, atau juga cara suatu peristiwa bisa kejadian (Pandean, 2018). 

Sedangkan, kata "apa" itu biasanya dipake kalau kita mau nanyain sesuatu bisa berupa benda, pendapat, hewan, atau juga tumbuhan, tapi enggak dipergunakan untuk menanyakan manusia (Utami & Gishca, 2021). Nah, itulah alasannya, Sobat Edu kalau mau nanyain kabar seseorang itu lebih baik menggunakan kata tanya "bagaimana".

Dari contoh kecil kayak di atas aja ternyata ngebuka pikiran kita gak sih, bahwa Bahasa Indonesia gak semudah itu, lho Sobat Edu. Terus, kenapa sih kita harus belajar Bahasa Indonesia? Itu kan udah gak perlu dipelajarin lagi karena kita kan udah jago. Eitsss, hati-hati Sobat Edu. 

Kadang, apa yang kita anggap bener selama ini tuh masih banyak yang kurang tepat. Sebagai contoh lainnya, pernah gak sih Sobat Edu ngerjain ujian Bahasa Indonesia, tapi bukannya dapet nilai sempurna malah Sobat Edu kesusahan ngerjainnya. Hayoo siapa coba yang kayak gitu? Hihihi. Padahal bahasa Indonesia itu banyak banget fungsinya, lho. Ada apa aja? Yuk kita cek di bawah ini.

Fungsi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

1.     Lambang kebanggaan

Setiap bangsa pasti punya ciri khasnya masing-masing, setuju ga Sobat Edu? Salah satu contohnya pasti Bahasa. Karena bahasa tuh pasti beda-beda dong dari masing-masing bangsa. Makanya bahasa juga pasti bakal jadi kebanggaan dari bangsa tersebut dong. Sama kayak Sobat Edu kalau punya outfit yang jadi ciri khas dari diri sendiri, pasti bakal bangga dong kalau outfit kamu bisa diliat sama banyak orang.

2.     Lambang Identitas

Masih sama kayak di atas, karena bahasa itu kan jadi sebuah karakteristik bangsa, makanya bahasa juga bisa jadi identitas. Maksudnya identitas tuh, misalnya bayangin di hadapan Sobat Edu ada tirai besar dan di balik tirai itu ada orang yang ga kamu kenal. Sobat Edu tentu dalam posisi gak tau apa-apa dong tentang orang itu, tapi sesaat ketika Sobat Edu ajak ngobrol dan ternyata orang tersebut ngomong pake Bahasa Indonesia, secara otomatis kita bakal tahu dong kalau dia orang Indonesia.

3.     Alat Pemersatu

Indonesia tuh kan banyak banget suku dan ras ya, Sobat Edu. Makanya kita sebagai sesama orang Indonesia aja kadang banyak banget perbedaannya kalau ngomong pake bahasa daerah masing-masing. Untuk itulah ada Bahasa Nasional yang dipakai sama seluruh rakyat Indonesia. Yap, tentunya bahasa persatuan dong, Bahasa Indonesia. 

Dengan kita ngegunain Bahasa Indonesia pastinya bakal lebih banyak juga yang mengerti dibandingin kalau kita pakai bahasa daerah. Tapi, walaupun gitu, Sobat Edu juga gak boleh ngelupain bahasa daerah ya!

4.     Alat Penghubung Antarbudaya

Sobat Edu pasti pernah denger dong yang namanya sandang, pangan, papan. Nah sebagai negara yang saling menuhin kebutuhan dari masing-masing daerah, pastinya perlu dong bahasa yang bisa dingertiin sama semua masyarakat yang ada di Indonesia. Nah, lagi dan lagi Bahasa Indonesia jadi satu-satunya alat penghubung yang paling efektif untuk komunikasi dengan sesama bangsa Indonesia. 

Coba bayangin kalau kita butuh suatu barang dan ternyata barang tersebut ga tersedia di daerah kita. Pastinya kita butuh bantuan dong dari daerah lain, dan kalau kita ga bisa berbahasa Indonesia yang baik, bakal susah tentunya buat bisa menuhin kebutuhan kita tadi karena ga bisa komunikasi dengan pihak luar daerah.

(Sugiarto, 2020).

Wah, ternyata sepenting itu ya Bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Makanya, ayo Sobat Edu kita pelajarin bahasa bareng-bareng. Mulai gunakan bahasa Indonesia yang efektif untuk pembelajaran. Mungkin, kalau lagi ngomong sama temen sehari-hari sih gapapa ya. 

Tapi, yuk kita pelajarin Bahasa Indonesia sebagai bentuk edukasi, ataupun sebagai bentuk melestarikan karakteristik dari bangsa Indonesia. Oiya Sobat Edu, enggak hanya dalam perkataan namun penggunaan bahasa yang baik juga melalui tulisan. Mulai sekarang kita biasain juga kalau menggunakan kata yang ga ada di dalam KBBI itu harus menggunakan fitur "Italic" atau fitur yang bikin tulisan kita itu jadi miring.

Nah, hal-hal simpel kayak gitu tuh yang masih sering dilupain sama masyarakat Indonesia. Buat Sobat Edu yang udah terbiasa untuk pake bahasa yang baik dan juga fitur yang tepat, terus dipertahanin ya! Untuk yang belum, yuk sekali lagi Mindu ajak kamu untuk mulai bisa terapin beberapa hal yang tadi Mindu sampein melihat ternyata fungsi dari Bahasa Indonesia itu sangat penting Sobat Edu. 

Untuk kali ini, segitu dulu pembahasannya, nanti bakal Mindu tagih pokoknya perkembangan Bahasa Indonesia dari Sobat Edu semua, hahaha. Sampai ketemu lagi Sobat Edu, tetep inget ya! Satu Bahasa, Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia!

 

Daftar Pustaka:

Pandean, M. L. M. (2018). Kalimat Tanya Dalam Bahasa Indonesia. Kajian Linguistik, 5(3), 75--88. https://doi.org/10.35796/kaling.5.3.2018.25030

Sugiarto, S. (2020). Urgensi Bahasa Indonesia dalam Ilmu Hukum. 235--242.

Utami, S. N., & Gishca, S. (2021). 7 Jenis kata Tanya dan Contohnya. Retrieved November 2, 2021, from Kompas.com website: kompas.com

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun