Mohon tunggu...
Euodia Gracea
Euodia Gracea Mohon Tunggu... Mahasiswa - Gracea

Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Tantangan Jurnalis Profesional di Era "Citizen Journalism"

17 Oktober 2022   02:14 Diperbarui: 17 Oktober 2022   06:16 1265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di era kecanggihan teknologi saat ini, memberikan banyak perubahan yang mempermudah manusia melakukan berbagai macam kegiatan, salah satunya yaitu mencari ataupun mendapatkan informasi. 

Hadirnya internet menjadi pintu masuk bagi media massa memberikan informasi secara cepat dan beragam. 

Mengenal Citizen Journalism

Dalam dunia Jurnalistik saat ini, Jurnalis Profesional bukan satu-satunya pemberi sumber berita atau informasi kepada masyarakat umum. 

Dengan perkembangan zaman yang serba digital saat ini pun menghadirkan fenomena baru dalam media massa berupa "Citizen Journalism" atau Jurnalisme Warga. 

Menurut Nurudin, Citizen Journalism  merupakan keterlibatannya masyarakat dalam memberikan sebuah berita atau informasi. 

Setiap masyarakat atau warga dapat melakukan nya tanpa melihat latar belakang pendidikan, serta keahlian, menggali, mencari, mengolah, serta melaporkan informasi kepada masyarakat luas.

Jurnalisme Warga berfokus pada beberapa aspek seperti participation atau partisipasi, proximity atau kedekatan, dan humanity atau kemanusiaan.

Jurnalisme Warga juga merujuk pada sebuah kegiatan yang dijalani warga dalam berbagi berbagai macam informasi yang diperlukan oleh masyarakat.

Setiap masyarakat baik itu Ibu Rumah Tangga, Pegawai Negeri Sipil, maupun Pelajar tanpa terkecuali dapat berbagi informasi melalui Citizen Journalism atau Jurnalisme Warga. 

Dalam menyampaikan suatu berita ataupun melaporkan sebuah peristiwa yang baru saja terjadi, warga masyarakat diberikan kebebasan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang tersambung melalui internet. 

Dalam hal ini Citizen Journalism dapat meliput, mendistribusikan atau mengirimkan berita yang diperoleh ke media massa. 

Citizen Journalism Di Indonesia

Di Indonesia, Citizen Journalism bermula dari   Stasiun Radio Elshinta mulai dari tahun 2000, dan pada saat ini Elshinta telah memiliki lebih dari 100.000 Reporter Warga. 

Stasiun Radio Elshinta dibentuk pada tahun 1966 yang berfokus pada penyiaran yang berkaitan dengan budaya Indonesia.

Pada saat itu Eddy Harsono yang merupakan Wakil Pemimpin Redaksi Elshinta mengatakan bahwa Stasiun Radio Elshinta telah mengizinkan para pendengarnya untuk dapat melaporkan berita atau informasi penting pada tahun 2000.

Setelah berubah dari yang awalnya "Radio Multi Program Elshinta" menjadi "Radio Khusus Berita" yang memiliki akses ke 60 kota yang ada di indonesia. 

Pada saat terjadinya tsunami Aceh tahun 20004 yang memakan banyak korban, Elshinta mendapat laporan berupa informasi-informasi dari saksi-saksi kunci yang berada di Aceh pada saat itu.

Seorang penumpang yang selamat Pada saat kecelakaan pesawat di Surakarta, Jawa Tengah, juga melaporkan kejadian yang dialaminya pada Stasiun Radio Elshinta,"ujar Eddy selaku Wakil Pimpinan Redaksi Elshinta.

Sebelum mendistribusi berita kepada masyarakat luas, untuk menghindari adanya berita palsu, identitas dari Citizen Journalism Elshinta harus jelas serta berita yang disampaikan juga harus bersifat kejadian bukan investigasi.

Berita atau informasi yang baru pertama kali dilaporkan oleh Reporter warga atau Citizen Journalism juga tidak disiarkan secara langsung oleh pihak Elshinta. 

Hal ini karena harus melalui tahap pengecekan ulang keakuratan informasi yang ada di dalam nya oleh Jurnalis Profesional.

Standar yang diterapkan oleh Stasiun Radio Elshinta ini dilakukan untuk menghindari tuntutan hukum pada Citizen Journalism dan pihak Elshinta.

Melihat suksesnya Stasiun Radio Elshinta dalam melibatkan Citizen Journalism dalam memperoleh berita atau informasi, beberapa Stasiun TV Swasta dan Radio mengikuti jejak Elshinta.

Beberapa Stasiun Televisi yang pada saat itu juga menggunakan Citizen Journalism dalam menggali informasi yaitu ANTV, SCTV, METRO TV, DAN RCTI.

Manfaat Citizen Journalism

Hadirnya Citizen Journalism dapat memberikan bantuan dalam memenuhi informasi kepada masyarakat, karena terkadang beberapa informasi yang diperlukan oleh publik tidak selalu terpenuhi oleh media massa ataupun Jurnalis Profesional.

Manfaat dari adanya Citizen Journalism ini, yaitu dapat membantu Jurnalis Profesional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat umum mengenai berita atau informasi terbaru secara cepat. 

Citizen Journalism juga turut ambil peran dalam membantu Wartawan Profesional dengan memberikan sebuah kritik atau pendapat mengenai tulisan yang dibuat oleh para Wartawan Profesional. 

Bahkan Jurnalisme Warga juga memiliki hak atau akses dalam menambahkan atau  melengkapi tulisan yang dibuat oleh Jurnalis Profesional yang dianggap kurang lengkap. 

Seperti dengan memberikan tambahan foto-foto yang memiliki kualitas lebih baik dari sebelum nya.

Tantangan Jurnalis Profesional

dokpri
dokpri

Hadirnya Citizen Journalism ini tentu memiliki pengaruh terhadap peran Jurnalis Profesional dalam menyampaikan berita ke masyarakat. 

Citizen dapat berpeluang menjadi sebuah ancaman bagi Jurnalis Profesional, hal ini karena setiap orang tanpa terkecuali dianggap mampu atau dapat menyampaikan sebuah informasi atau berita yang sejajar atau sama dengan Jurnalis Profesional.

Dilihat dari beberapa manfaat yang dimiliki oleh Citizen Journalism sebagai penyampai berita atau informasi ke masyarakat luas, memberikan sebuah tantangan baru bagi Jurnalis Profesional.

Jurnalis profesional merupakan seorang jurnalis yang keberadaannya telah diakui oleh undang-undang pers.

Jurnalis Profesional merupakan seorang terlatih, serta terikat pada hukum yang berlaku, oleh karena itu seorang Jurnalis harus mengedepankan keakuratan sebuah data dan kualitas tulisan.

Dimana seorang Jurnalis tidak dapat sembarangan menulis suatu berita hanya dengan data dari lapangan.

Namun harus juga menaati sebuah aturan yang berlaku dalam tulisan dan kualitas nya agar dapat dipertanggung jawabkan.

Hadirnya Citizen Journalism di era digital saat ini tentu tidak sepenuhnya menguntungkan bagi Jurnalis Profesional.

Hal ini karena hadirnya Jurnalisme Warga yang telah dipandang oleh masyarakat memiliki posisi sejajar dengan Jurnalisme Profesional. 

Dan tentu memberikan sebuah tantangan baru bagi Jurnalis Profesional dalam menulis dan membagikan sebuah berita kepada masyarakat luas.

Tantangan terbesar bagi Jurnalis Profesional yaitu persaingan mainstream media dengan new media karena hadirnya Citizen Journalism, hal ini menuntut para Jurnalis Profesional untuk mau tidak mau harus mengikuti perkembangan media online saat ini agar tidak ditinggalkan oleh para audiencenya.

Adapun Tantangan lain terkait kecepatan menyampaikan berita ke masyarakat. Citizen Journalism terkenal dengan kecepatan nya dalam menyampaikan informasi kepada publik. 

Hal inilah yang menjadi suatu permasalahan bagi jurnalis profesional dalam memberikan sebuah berita. 

Karena sebelum membagikan suatu berita atau informasi ke masyarakat luas, seorang Jurnalis Profesional harus mengikuti persyaratan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku seperti akurasi data. 

Dalam membuat berita dengan data yang akurat dan terverifikasi tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar, hal inilah yang menjadi tantangan para Jurnalis Profesional untuk dapat bersaing dengan Citizen Journalism di era digital saat ini.


Kredibilitas Jurnalis Profesional

Berbicara mengenai kredibilitas, tentunya seorang Jurnalis Profesional tidak secara mudah akan kehilangan kredibilitasnya di mata masyarakat. 

Hal ini karena dalam membuat sebuah berita seorang Jurnalis Profesional lebih paham betul mengenai kode etik Jurnalistik.

Dimana sebelum membagikan berita kepada masyarakat luas tentunya Jurnalis Profesional akan lebih berhati-hati dengan bertumpu pada kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan. 

Hal ini tentu berbeda dari Citizen Journalism yang tidak mendapatkan pelatihan khusus dan perlindungan hukum terkait profesi nya.

Untuk Versi Audio Bisa Di Klik Di Sini

Referensi:

Kurniawan, M. (2010). Jurnalisme warga di Indonesia, prospek dan tantangannya. Hubs-Asia, 10(1).

Marhamah, M., & Fauzi, F. (2021). Jurnalisme Di Era Digital. JICOMS: Journal of Islamic Communication and Media Studies, 1(1), 16-37.

Sukartik, D. (2016). Peran jurnalisme warga dalam mengakomodir aspirasi masyarakat. Jurnal Dakwah Risalah, 27(1), 10-16.

Wibawa, D. (2020). Jurnalisme Warga Perlindungan, Pertanggungjawaban Etika dan Hukum.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun