Mohon tunggu...
Euis Meilawati
Euis Meilawati Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa Universitas Pamulang

Selamat membaca, enjoy

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pajak Penghasilan dalam Akuntansi

6 Agustus 2022   13:28 Diperbarui: 6 Agustus 2022   13:38 249
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pada dasarnya Alokasi Pajak Penghasilan bagi perusahaan sebagai wajib pajak mencakup 2 hal: 

1. Interperiod Allocation

Adalah proses alokasi pajak penghasilan antar periode tahun buku yang satu dengan periode tahun buku berikutnya juga sesudahnya. Alokasi pajak penghasilqn antar periode tahun ini diperlukan karena perbedaan terhadap jumlah laba kena pajak dan laba akuntansi.

2. Intraperiod Allocation
Adalah proses alokasi pajak penghasilan dalam suatu periode akuntansi karena adanya perbedaan tarif pajak yang dikenakan terhadap tiap-tiap komponen laba atau pendapatan (Contoh : tarif pajak untuk laba sebelum pos luar biasa berbeda dengan tarif pajak untuk laba atau rugi luar biasa.)

Karena Undang-Undang Perpajakan di Indonesia tidak mengenal diskriminasi tarif yang diberlakukan terhadap tiap-tiap komponen laba atau pendapatan, maka masalah Intraperiod Allocation praktis tidak pernah ditemukan, sehingga pembahasan lebih dititikberatkan pada masalah Interperiod Allocation.

C. Alasan diperlukannya Alokasi pajak

Tidak adanya Alokasi Pajak, Laporan Perhitungan Rugi  Laba untuk Perusahaan tersebut tidak menunjukkan jumlah yang realistis jika dibandingkan dengan laba yang diperoleh perusahaan. Hal ini dikerenakan Biaya Depresiasi untuk tujuan akuntansi diperhitungkan atas dasar taksiran umur bangunan selama 10 tahun, sedangkan untuk perhitungan pajak penghasilan ditetapkan umur bangunan adalah 20 tahun. Yang mengakibatkan, Pajak Penghasilan dilaporkan (dalam Laporan Rugi  Laba) tidak sesuai dengan Laba Kena Pajaknya.Pajak penghasilan final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan yang bersifat tidak final. Pajak jenis ini dikenakan terhadap jenis penghasilan, transaksi, atau usaha tertentu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun