Karena tidak ada kerjaan, akhirnya aku mengikuti para mahasiswa baru yang dihukum. Kutemani mereka menerima hukuman, sampai mereka tidak sanggup melakukan push-up atau hukuman yang lainnya. Saat itu, aku memang aktifis pencak silat Tapak Suci, sehingga apapun hukuman yang diberikan kujadikan latihan olah raga saja.
Untuk mereka yang beragama muslim kusuruh mereka membaca surat al Quran ataui adzan, setelah itu langsung keburi mereka tanda tangan. Untuk non muslim aku tanya dimana mereka beribadah secara rutin dan apapun jawabannya, tetap kuberi tanda tangan.
Ketika hal ini kuceritakan pada anak-anakku, mereka hanya tersenyum tanpa berkomentar, tapoi aku tahu dari senyman itu, bahwa MOS sekarang sangat jauh berbeda dengan MOS jamanku dulu, atau minimal berbeda dengan caraku menjadi senior. Dari berita di mass media, akupun sudah mendengar bahwa ada kasus yunior yang ikut MOS sampai meninggal dan kasusnya tidak hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali dan bertahun tahun.
Seharusnya MOS memang urusan penyelenggara pendidikan, urusan sekolah, sehingga panitianya memang pengurus sekolah bukan para senior. Pelibatan senior dalam acara adalah sebagai pelaksana pendukung terselenggaranya MOS.
Di perusahaan tempat aku bekerja, orientasi pekerja baru adalah dengan melibatkan semua manajer perusahaan untuk menjelaskan tentang pekerjaan mereka, ruang lingkup maupun hak dan kewajiban. Pegawai yang kita anggap berprestasi kita beri slot waktu untuk bercerita tentang keberhasilan mereka, bagaimana mereka bisa berhasil dan bagaimana rasanya berhasil dalam sebuah pekerjaan.
Di lingkungan sekolah, hal ini bisa dilakukan dengan cara, misalnya sebagai berikut :
1. Dipilih guru yang berdedikasi, berprestasi dan lain-lain untuk bercerita tentang sekolah dan seluk beluknya. Diceritakan juga pengalaman dia sebagai pelaku pendidikan di sekolah tersebut.
2. Dipilih siswa yang berprestasi mewakili senior umtuk menceritakan tentang seluk beluk sekolah dengan kemasan non formal.
3. Diadakan game, permainan yang pada mulanya menunjukkan kekompakan kelompok dan pada akhirnya menunjukkan kekompakan semua siswa baru.
4. Dibuat workshop atau presentasi dari masing-masing kelompok siswa tentang sekolah baru mereka. Mereka bisa cerita tentang kantin sekolah, lapangan olah raga atau apa saja tentang sekolah mereka dan dihadiri oleh guru plus senior mereka yang akan membenarlkan bila presentasi mereka ada kesalahan.