Walaupun memiliki nama-nama bakal calon wakil presiden, mereka masih teka-teki. Siapa gerangan?Â
Teka-teki kembali muncul saat awak media menanyakan tentang siapa bakal calon wakil presiden Ganjar Pranowo. Ridwan Kamil, misalnya, bahkan masuk radar bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto. Posisi Ridwan Kamil layaknya personal branding-nya yang kuat dan melintasi batas wacana politik.
Pertanyaan itu akan mencapai titik klimaks. Bakal calon wakil presiden adalah sosok utuh dan pas. Andai kita bisa mengatakan sosok bakal calon wakil presiden jelas adalah sosok yang beken. Sosok yang hadir di tengah ingar bingar politik.
Pada intinya, nama-nama bakal calon wakil presiden menjadi aturan permainan politik pemilihan presiden. Nama-nama bakal calon wakil presiden digodok dalam sebuah proses akhir melalui keputusan resmi partai politik.Â
Penetapan bakal calon wakil presiden merupakan produk politik. Ia nyata dan pasti, bukan produk tiruan. Nama-nama bakal calon wakil presiden Ganjar Pranowo yang tergaet, diantaranya Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat. Tetapi, kisah politiknya sebagai bakal calon wakil presiden sudah selesai.
Haruskah Ridwan Kamil sebagai bakal calon wakil presiden hanya tinggal cerita?Â
Mengapa Ridwan Kamil sebagai 'sang pelintas'?
***
Batalnya Ridwan Kamil (RK) menjadi bakal calon wakil presiden Ganjar Pranowo sedikit bergeser dari perkiraan sebelumnya. Dia tidak nampak redup pesonanya.Â
Soalnya, ekspresi para pendukungnya jika bukan berat menerimanya, maka sebagian fansnya mungkin bete. Padahal sejumlah pengamat politik anyar memperkirakan efek elektoral terdongkrak di Jawa Barat jika Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil berduet dengan Ganjar.
RK sebagai sang pelintas karena hasil survei dan prestasi. Beberapa hasil survei atau analisis menyatakan bahwa elektabilitas Ganjar lemah di wilayah Jawa Barat. RK dianggap tokoh yang berpeluang mendulang suara di wilayah Jawa Barat bersaing dengan bakal calon presiden Prabowo Subianto.Â