Baru-baru ini bitcoin kembali menunjukkan perubahan harganya yang kembali turun. Hari ini 14 Januari 2025 bitcoin telah mines 0,44% menjadi 1.544.144.000 melalui pantauan pada platform toko ktipto yang paling terkenal di Indonesia yaitu Indodax. Oscar Darmawan, CEO Indodax, menilai bahwa penurunan ini merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan dapat menjadi peluang bagi investor untuk mengatur ulang strategi investasi mereka.
Oscar menjelaskan bahwa volatilitas harga Bitcoin sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keputusan kebijakan moneter oleh bank sentral seperti Federal Reserve. Ia menekankan pentingnya bagi investor untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi fluktuasi pasar, serta melihat penurunan harga sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian portofolio investasi.
Informasi dari CNBC Indonesia menyebutkan bahwa dua coin tekemuka yaitu bitcoin dan altcoin telah terjadi tekanan yang sangat khusus pada data 10 Januari 2025, pusat statistik USA melampirkan kenaikan 256.000 payrol non-pertanian perkiraan paling besar dalam analisis Bloomberg.
Adapun penurunan harga ini dipicu oleh investor yang mengambil keuntungan sesdudah mengambil reli dengan mendekati harga $100.000 sehingga menyebabkan penjualan dipasar mengalami tekanan.
Selain itu, ada pengaruh dari kepanikan pasar pada ketentuan suku bunga The Fed. Data yang kuat dari perekonomian USA membuat banyak pandangan bahwa The Fed pasti akan tunda turunnya suku bunga dan nantinya para investor pasti akan berjaga-jaga untuk membeli aser kripto tersebut.
Meskipun demikian, beberapa analis melihat potensi dukungan dari pemerintahan AS yang pro-kripto di bawah kepemimpinan Donald Trump. Kebijakan yang mendukung industri kripto dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong adopsi yang lebih luas. Dalam menghadapi volatilitas pasar, investor disarankan untuk melakukan riset dan analisis yang baik, serta mempertimbangkan diversifikasi portofolio guna mengelola risiko dengan lebih efektif.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H