Ingin memanfaatkan momen liburan Ramadan dan Lebaran tapi tak punya kampung halaman? Jangan khawatir. Indonesia terlalu luas dan indah untuk dijadikan tempat berlibur. Dari Sabang sampai Merauke, begitu banyak pilihan daerah yang bisa dikunjungi.
Lalu bagaimana jika ingin berlibur ke daerah yang belum pernah dikunjungi sama sekali? Ibarat orang buta, tak tahu mana-mana. Umumnya, pilihan orang adalah ikut dengan biro perjalanan. Memang simpel dan mudah, cukup bayar, maka semua sudah diurus biro perjalanan. Anda tinggal duduk manis dan dibawa ke tempat wisata sesuai kesepakatan. Atau yang lebih simpel lagi, begitu sampai kota tujuan, tinggal sewa kendaraan plus sopirnya, maka Anda dan keluarga dijamin tidak akan tersesat, karena sang sopir jelas memahami wilayahnya.
Tapi bagi saya dan keluarga, kalau hanya berlibur di lingkup Indonesia, kemudian menggunakan biro perjalanan atau sewa mobil plus sopir, rasanya kurang seru. Kenapa? Istri dan anak-anak saya merasa lebih nyaman liburan tanpa ada orang lain. Bisa bebas melakukan apa saja, bersenda gurau lebih lepas tanpa ada perasaan sungkan atau tidak nyaman dengan orang lain. Karena itu, pilihan saya dan keluarga adalah, selalu liburan lebih privasi, tanpa ada orang lain. Termasuk ketika di tengah perjalanan ingin berhenti kapan saja, mau mampir ke mana saja, tidak ada masalah.
Begitu pula ketika berada di tempat wisata cukup lama, tak perlu merasa tidak nyaman meninggalkan sopir terlalu lama menunggu. Bukankah menunggu adalah perasaan yang membosankan? Walau pekerjaan pengemudi umumnya sudah terbiasa seperti itu, manusiawi jika muncul perasaan bosan karena berjam-jam hanya menunggu tanpa ada aktivitas.
Karena berlibur sendiri tanpa biro perjalanan, maka satu-satunya asisten pribadi yang sangat dibutuhkan hanya smartphone. Sesuai namanya, smartphone,benar-benar telepon pintar yang diberlukan untuk mengurus semua kebutuhan liburan itu. Pendukung utama telepon pintar sudah pasti keandalan jaringan.

Pertama, tentu tiket penerbangan. Jelas masih kuno kalau pesan tiket harus ke tempat penjualan tiket. Di genggaman tangan, tiket sudah bisa dipesan. Harga tiket masih sesuai dengan estimasi. Urusan tiket selesai, berikutnya adalah hotel atau penginapan. Lagi-lagi dengan smartphone didukung jaringan yang kencang, dengan leluasa saya bisa mencari hotel yang nyaman, sesuai dengan budget.
Lalu, bagaimana dengan penyewaan mobil. Inilah pentingnya jaringan. Tak hanya jaringan telepon seluler, jaringan pertemanan juga penting. Saya coba kontak rekan yang pernah sama-sama bertemu di sebuah workshop melalui WhatsApp. Semesta mendukung, ternyata teman ini bersedia menyewakan kendaraannya, sebuah mobil matic dengan harga bersahabat Rp 400 ribu per hari.

Tiba waktunya, saya dan keluarga sampai di Makassar sesuai jadwal. Saya janjian dengan sahabat yang menyewakan mobil ini sama sekali tidak pernah menelepon. Semua dilakukan dengan media sosial WhatsApp. Keandalan jaringan Smartfren 4G memang bisa diandalkan. Dengan mudah kami janjian di satu titik, dan akhirnya bertemu.
Sampai di hotel, kawan saya ini pulang dengan taksi, dan saya pun check in di Hotel Ultima Horison Makassar. Tak perlu menunggu lama, hanya meletakkan barang di kamar, saya dan keluarga langsung keluar untuk jalan-jalan. Tujuan pertama Pantai Losari. Apakah saya hafal jalanan? Tentu tidak, maka saya sudah siap Smartfren Andromax dengan jaringan 4G untuk selalu menyala, didukung dengan powerbank berkapasitas 22 ribu ampere. Cukup buka GoogleMap, maka semua aman dan terkendali.
