Mohon tunggu...
Endro S Efendi
Endro S Efendi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Trainer Teknologi Pikiran

Praktisi hipnoterapis klinis berbasis teknologi pikiran. Membantu klien pada aspek mental, emosi, dan pikiran. Aktif sebagai penulis, konten kreator, juga pembicara publik hingga tour leader Umroh Bareng Yuk. Blog pribadi www.endrosefendi.com. Youtube: @endrosefendi Instagram: @endrosefendi

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Libur Kedua Lebaran? Dibikin Simpel Aja

6 Juni 2019   08:27 Diperbarui: 6 Juni 2019   08:30 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hari kedua Lebaran, biasanya tempat-tempat wisata mulai banyak dikunjungi. Walau sebagian besar masih silaturahmi ke tempat sanak kerabat, namun bagi yang sudah menghabiskan silaturahim di hari pertama, tentu lokasi melancong jadi tempat wajib didatangi.

Nah, lazimnya pergi ke tempat wisata, harus punya syarat penting, apa itu? Ya apalagi kalau bukan soal dana alias uang. Bagaimana mungkin bisa berwisata dan menikmati keseruan liburan tanpa dukungan dana memadai. Tunjangan hari raya tentu tak hanya dihabiskan untuk urusan baju dan menu makanan. Ada juga yang perlu disisihkan untuk kebutuhan jalan-jalan.

Namun yang perlu diwaspadai adalah ketersediaan uang tunai. Kenapa? Meski perbankan telah menyiagakan pasukan khusus untuk memantau ketersediaan uang tunai di setiap mesin anjungan tunai mandiri (ATM), namun bisa saja ada keterlambatan pasokan.

Lazim seperti Lebaran sebelumnya, ada saja mesin ATM yang kurang berfungsi maksimal karena kehabisan dana tunai. Maka, tidak ada cara lain, harus mulai memanfaatkan aplikasi digital untuk transaksi apa saja. Mengurangi penggunaan uang tunai tentu saja untuk mempermudah semua transaksi yang dilakukan.

Contoh misalnya, saat membeli tiket masuk wahana permainan di tempat wisata, bisa dilakukan melalui aplikasi. Tentu dengan cara ini, semua menjadi simpel. Tak perlu antre di loket, cukup lakukan pembelian melalui aplikasi.

Di beberapa restoran waralaba, bahkan sudah menyiapkan layanan transaksi mandiri. Cukup memilih menu di sebuah layar besar, kemudian bayar dengan aplikasi atau kartu ATM. Keluarlah struk pemesanan. Konsumen tinggal menunggu, dan menu makanan akan diantar atau tinggal diambil.

Hidup di era digital memang harus simpel. Semua harus dipaksa mengikuti perkembangan zaman. Tidak zamannya lagi harus antre untuk sekadar membeli sesuatu. Jika ada pilihan yang lebih mudah, kenapa harus dipersulit.

Sebelum ini, di Kompasiana melalui topik misteri yang bekerja sama dengan Bank Central Asia, ditunjukkan betapa bank berlogo daun semanggi warna biru itu benar-benar memanjakan konsumen melalui aplikasi BCA Mobile. Dengan aplikasi yang tertanam di handphone, semua urusan perbankan menjadi semudah mengirim pesan. Bahkan untuk urusan membuka rekening tabungan pun tak perlu harus antre, bisa dilakukan melalui aplikasi.

Ke depan, Indonesia berbasis digital bukan lagi keniscayaan. Ketika negara lain sudah demikian canggihnya, Indonesia pasti mampu mengikutinya. Sudah cukup Indonesia dicap sebagai negara dengan produsen hoax terbanyak. Sudah saatnya warga negara ini menjadi produsen aplikasi digital terbanyak dan terbaik. Kenapa tidak? (*)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun