Sebagai tindak lanjut dari sidang istimewa OKI di Istanbul beberapa hari yang lalu,  Presiden  Turki  Erdogan menyatakan akan memboikot produk produk impor dari Israel.  Erdogan menegaskan,  tidak akan membiarkan produk produk tersebut masuk ke negaranya.Â
Ini aadalah sebuah keputusan yang sangat tepat dan berani mengingat sebelumnya antara Turki dan Israel mempunyai hubungan dagang yang cukup baik. Â Israel adalah salah satu market dari produksi Turki.Â
Pada tahun lalu, Â perdagangan Turki mencapai surplus. Nilai perniagaan tersebut sebesar 4,9 miliar Dolar Amerika Serikat. Â Sedangkan impor ekspor Israel hanya sebesar 3,4 miliar dolar AS. Â Tahun 2017 itu adalah perniagaan terbesar dalam 10 tahun terakhir.Â
Namun hal itu tidak membuat Turki ragu ragu dalam memboikot produk produk Israel. Â Erdogan menilai Israel pantas mendapatkan hukuman karena bertindak sewenang wenang terhadap rakyat Palestina. Â Apalagi negara zionis itu merayakan Pendudukan yang ke 70 tahun.Â
Ekspor Turki ke Israel meliputi produk yang terbuat dari plastik,  mineral dan gas.  Turki dapat mengimpor barang barang yang serupa dengan produk Israel dari  negara lain.  Misalnya dari sesama anggota OKI.Â
Dalam hal ini Erdogan berharap bahwa semua negara negara anggota OKI akan mengikuti jejaknya. Â Sebab banyak negara negara anggota yang membiarkan dirinya menjadi market Israel. Â Rata-rata karena takut pada Amerika Serikat.Â
Boikot produk produk Israel memang menjadi salah satu keputusan dalam sidang istimewa OKI. Â Namun sampai dimana pelaksanaannya oleh negara negara anggota, Â tidak bisa dikendalikan. Â Hal itu mengingat sebagian anggota OKI memiliki ketergantungan tinggi terhadap bantuan Amerika Serikat.Â
Sebagaimana diketahui, Â ada anggota OKI yang justru menjadi pengikut setia Amerika Serikat. Misalnya Arab Saudi, Â USA, Â Jordania, Â Mesir, Â Tunisia, Maroko dll. Â Ini yang membuat OKI tidak satu suara atau pun langkah. Â OKI terbelah menjadi dua.Â
Padahal,  jika semua anggota OKI kompak dan serentak memboikot produk produk Israel,  bisa melemahkan negara zionis tersebut. Hal itu akan menghambat perekonomian Israel.  Meski  Amerika Serikat akan berusaha menolong.Â
Tindak nyata Turki dalam melakukan boikot terhadap produk produk Israel akan efektif setelah pemilihan Presiden yang menurut rencana berlangsung bulan depan. Â Erdogan yakin bisa mengukuhkan dirinya kembali menjadi Presiden. Â Dukungan rakyat Turki terus mengalir untuk dia.Â
Bagaimana dengan Indonesia? Â Apakah kita berani melangkah bersama Turki untuk memboikot produk produk Israel? Â Sampai saat ini belum ada tanda tanda pemerintah akan mengeluarkan keputusan yang sama. Â Posisi Indonesia memang lebih lemah daripada Turki.Â