LIHAT KE BAWAH (ORANG YANG LEBIH Â BERAT UJIANNYA) SUPAYA BERSYUKUR
Lihat ke bawah maksudnya memperhatikan oang-orang yang lebih diuji Allah Swt. Mereka lebih memikul beban, mereka lebih sedih, mereka lebih tersiksa, lalu kenapa kita menjadi putus asa? Allah berfirman, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)
LIHAT KE ATAS (VISI BESAR) SUPAYA BERSABAR
Kita boleh gagal hari ini, tapi nan jauh di sana ada visi besar kita. Jika kita tidak melangkah ke sana kita akan kehilangan anugerah kebaikan dunia dan akhirat. Apapun yang terjadi jangan kita lupa selama hidup kita dilatih untuk tiga. Pertama, latihan pemimpin (mempin hati sendiri maupun memimpin eksternal) (QS Al Baqarah: 30). Kedua, latihan menjadi pemakmur (contoh dermawan, merawat alam dan lainnya) (QS Hud: 61). Ketiga, latihan menjadi pengabdi (beribadah) (QS Adz-Dzariyat: 56)). Putus asa hanya membuahkan kita tidak sampai ke garis finish atau hanya menghasilkan kerugian. Oleh  karena itu tanda kesabaran seseorang adalah kemampuan untuk konsisten berkarya dan mengevaluasi diri. Allah berfirman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (QS. Al Baqarah: 45).
SHALAT
Bersujud kepada Allah adalah kenikmatan orang-orang yang dekat dengan Allah. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, rela atau terpaksa kita terbukti lemah di hadapan Allah Swt. Kita tidak dapat menciptakan ruh kita sendiri. Keadaan seperti itu sebenarnya menandakan kita sangat lemah, tidak pantas sombong. Shalat menjadikan kita insyaallah mendapatkan pertolongan dari Allah Swt.
Allah Swt berfirman, “Dirikanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh Malaikat). Dan pada sebagian amalam, dirikanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (QS Al Isra: 78-79). Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (QS. Al Baqarah: 45).
Shalat menginspirasi seorang muslim untuk berinfaq, berpuasa, berhaji maupun umroh. Ia juga menginspirasi untuk persaudaraan, menghubungkan silaturahim, bicara benar, menolong yang lemah atau menderita, mgnhormati tamu menjauhi iri dengki. Ia juga menginspirasi untuk berjiwa pemaaf, mampu menahan amarah dan amalan hasanah lainnya. Dan Allah Swt meyakinkan bahwa shlat itu sebuah keutamaan yang amat besar, ia pun mencegah dari yang (al-fahsya) keji dan mungkar (lihat QS. Al Ankabut: 45).
TENANGKAN HATI
Enakin/tenteramkan hati ketika hati sedang sakit. Sebagaimana luka gores akan terobati, luka hati pun tentu akan terobati. Masalahnya ada banyak orang yang tidak mau mengobati luka hatinya, kecewa berlebihan, misnya banyak memberi kepada teman, tetangga tapi tak dapat apa-apa. Obat bagi kekecewaan ada dua. Pertama, menyediakan ‘ruang hati’ untuk yang namanya kecewa. Kedua, menghapus habis kecewa itu dengan hati yang pemaaf.
Ketika gagal menghampiri, kita perlu membuat hal baru. Jika suka membaca maka miliki komik baru. jika suka yang lucu-lucu maka dekatilah orang yang suka bercerita bukan mendekati WA, Facebook dan Intagram atau aplikasi lainnya untuk meluapkan emosi alam bawah sadar yang diekspresikan dengan status berupa teks, gambar atau video. Makanlah Coklat atau Sate jika itu dapat mengalihkan kesedihan. Miliki sepatu baru atau pakaian baru jika itu dapat mengalihkan kesedihan. Atau buatlah visi  baru (jangka pendek) bila dibutuhkan.