Mohon tunggu...
listiani
listiani Mohon Tunggu... Jurnalis - bukan penulis

Pecinta stroberi dan senja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jenis-Jenis Pengamen

23 Februari 2015   03:11 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:41 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Halo kompasianers ? kali ini saya akan membahas “PENGAMEN” kita sebagai masyarakat Indonesia tentulah tidak asing dengan pengamen. Terlebih, para pengguna transportasi umum. Bicara soal pengamen, menurut saya pengamen itu terbagi dalam beberapa jenis. Mengapa begitu ? karna memang pada kenyataan nya pengamen itu terbagi dalam beberapa jenis hehe.

Jenis yang pertama, yaitu pengamen yang memiliki suara merdu,bertingkah laku sopan,dan berpenampilan rapih. Tentulah ada yang sering menggunakan transportasi umum, pasti pernah menemuinya. Pengamen jenis ini, memang sangat menghibur atau bahkan sangat menghibur kita saat dalam perjalanan. Pengamen jenis ini pun mampu membuat para penumpang terbawa suasana lagu yang didendangkan. Sedikit cerita, saat itu saya pulang seusai kuliah, seperti biasanya saya menggunakan transportasi umum. Pertengahan perjalanan, naiklah seorang pengamen jenis yang pertama ini (suara merdu,bertingkah laku sopan,berpenampilan rapih,dan bonusnya adalah ganteng hehe). Mulailah ia memainkan gitarnya, bahkan ia juga menggunakan harmonika dan menyanyikan salah lagu yang menurut saya itu melow. Berhasilah si pengamen membuat saya menjadi melow alias terbawa suasana. Tuhkan..hebatkan..kerenkan..!! para penumpang lain yang merasa terhibur pun tak ragu-ragu memberikan sedikit uang kepada si pengamen ganteng itu,hihi.

Jenis yang kedua , ini adalah jenis pengamen yang sama sekali tidak saya sukai. Sedikitpun tidak saya sukai. Kenapa begitu ? karena pengamen jenis kedua ini, suaranya jelek,anak punk,nyanyi gak jelas,bahkan lebih sering teriak-teriak. Dan parahnya lagi, seringkali mereka memaksa para penumpang untuk memberikan uang. Saya yakin, anda para pengguna transportasi umum, sering bertemu dengan para pengamen jenis kedua ini kan? Dan saya yakin, anda tidak menyukai atau bahkan merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Suatu harisaat saya ingin berangkat ke kampus, naiklah seorang pengamen yang berpenampilan anak punk ini. Serem bukan kepalang ! anting, tato,dan bahkan si pengamen bertelanjang dada. Astaghfirulloh, disitu saya merasa takut dan bahkan saya merasa panik, karena saya tidak membawa uang receh satu koin pun.

Semakin panik, ketika si pengamen memaksa seorang wanita untuk memberikan uang kepadanya, tetapi si wanita tersebut tidak mau. Karena panik yang keterlaluan, saya sampai meminjam uang receh ke penumpanglain yang duduk disebelah saya. Namun sayang, si penumpang tersebut tidak memberikannya (yaiyalah, emangnya saya siapa ? hehe itu adalah hal yang cukup memalukan) namun beruntung, si pengamen tidak meminta saya untuk memberikan uang. Si pengamen tersebut langsung turun dari mobil. Terlalu sering saya menemui pengamen jenis kedua ini, bahkan pernah salah satu pengamen berkata kasar kepada saya, saat saya tidak memberikan uang. Karena saat itu, saya memang tidak membawa uang receh. Pesan saya, untuk para pengguna transportasi umum, jangan pernah lupa membawa uang receh dan khususnya untuk para wanita pengguna transportasi umum.

Jenis ketiga, jenis ketiga ini bisa dibilang perpaduan antara jenis pertama dan kedua. Karena jenis ketiga ini sopan,tidak memaksa,ya walaupun suaranya tidak semerdu pengamen jenis pertama. Setidaknya pengamen jenis ketiga ini, mampu bernyanyi dan tidak berteriak-teriak. Oia, biasanya para pengamen jenis ketiga ini, memiliki kesamaan lirik lagu dalam bernyanyi. Sedikit potongan lirik lagunya adalah “ berhati-hatilah didalam perjalanan,jaga tas dompet anda,jangan sampai pindah tangan”(sampe hafalkan saya hehe) menurut saya lirik lagu tersebut antara menghimbau sama mengancam sih hehe. Bahkan terkadang sang supir merasa bosan dengan lirik lagu tersebut. Jadi, pengamen jenis ketiga ini tidak terlalu menyeramkan.

Nah, tadi adalah jenis-jenis pengamen menurut pandangan saya. Tentulah anda dan saya lebih menyukai pengamen jenis pertama. Sebenarnya pengamen itu tidak terlalu menyeramkan dan mengganggu, hanya saja cara mereka yang salah. Dengan berkelakuan tidak sopan dan semacamnya yang membuat para penumpang terganggu. Semoga saja para pengamen jenis kedua dan ketiga ini bisa menjadi lebih baik dan tidak lagi menjadi pengganggu kenyamanan para pengguna transportasi umum. Sekian,sedikit pengalaman saya sebagai pengguna transportasi umum.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun