[caption caption="sumber:www.mindtalk.com"][/caption]
Kisah sebelumnya http://fiksiana.kompasiana.com/elfat67/cersil-1-tumbal-570d9c49f57a6145054f1fd7
Nun jauh di lereng Gunung Bromo, seorang laki-laki bertubuh kurus berdiri di atas sebuah batu besar. Ia mengawasi seorang pemuda berbadan pendek, gempal, dan seorang gadis berkepala gundul yang tengah berlatih memainkan pedang.
"Awas telingamu, Mas Kamil!"
Bet! Bet! Bet! Sabetan pedang gadis itu bertubi menyerang Kamil. Pemuda itu terhuyung ke belakang. Ia meraba telinga kirinya. Terasa nyeri dan berdarah.Â
Belum sempat menyeka darah yang merembes ke dagu, gadis gundul itu sudah merangsek maju. Ujung pedangnya menyasar tepat pada bagian bawah perut pemuda itu.
"Wuuuaaa....Guruuu.... toloooooong!!!" Kamil menjerit sekuat tenaga. Ia berusaha melindungi bawah perutnya dengan kedua tangannya. Matanya terpejam rapat.
Jleeb!
Suhu Heri sudah berdiri tegak di hadapan pemuda itu. Jari kurusnya menyentil lempengan pedang.
Tring!
Pedang itu terlepas dan melenting ke udara. Lalu jatuh menancap tepat di sebelah kaki Kamil.