Sudah pernah mendengar nama Hotel Niagara? Yup. Betul. Hotel berlantai 5 yang berdiri megah di Jalan Doktor Soetomo 63 Lawang, Kabupaten Malang ini memang terkenal dengan beragam kisah horornya. Dan, bisa jadi dari kisah-kisah horor yang berembus itulah Hotel Niagara menjadi tempat jujugan para wisatawan.
Rencana Uji Nyali
Sebagai penggemar dan penulis kisah berbau misteri, belum lengkap rasanya jika saya tidak melihat langsung keberadaan Hotel Niagara tersebut. Apalagi letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Malang. Hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai ke sana.
Maka di suatu Minggu pagi yang cerah berangkatlah saya ditemani sahabat saya---Te Rin. Kami sepakat menengok sejenak hotel peninggalan zaman Belanda itu.
Aura mistis langsung terasa begitu kaki kami memasuki area hotel. Sepi. Mamring. Hanya ada seorang satpam yang menyambut dan mengantar kami menuju area parkir.
Selanjutnya satpam berwajah dingin tersebut menunjukkan ruang resepsionis. Saya berjalan mendahului. Dua petugas perempuan mempersilakan saya, memberi kesempatan untuk bertanya beberapa hal.
Berhubung ada rencana suatu hari kami akan menginap di hotel tersebut, maka saya bertanya sesuatu  yang paling penting, yakni besarnya kisaran biaya menginap satu malam.
Dan, inilah daftar harga tersebut.

Hotel Kuno Berhantu
Hotel Niagara dibangun sejak tahun 1918. Bangunannya terdiri dari lima lantai yang didominasi warna merah muda. Hotel ini sejak dulu terkenal dengan sebutan hotel berhantu.
Hotel berhantu? Iya. Menurut kabar yang beredar, sering terlihat penampakan hantu bermunculan di sana.
Uniknya, ada hantu yang melegenda dan mendapat julukan indah; beautiful ghost---alias hantu cantik.
Katanya sih, dulunya hantu itu adalah Noni Belanda yang mati gantung diri di jendela lantai 4.

Meskipun angker, hotel ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Barangkali penampakan hantu Noni Belanda itulah justru membuat banyak orang penasaran ingin membuktikan kebenarannya.
Seperti kisah dari mulut ke mulut yang pernah dialami oleh seorang tamu wisatawan asing. Tamu tersebut berencana menginap beberapa hari di Hotel Niagara tersebab ia tidak percaya dengan kisah-kisah yang berbau horor.
Singkat cerita, pada hari pertama Mister turis ingin menikmati suasana hotel yang menurutnya sangat klasik dan unik. Ia berjalan-jalan mengitari hotel. Saat melewati lorong panjang langkahnya terhenti. Tersebab telinganya mendengar suara aneh dari dalam salah satu kamar.
Mister turis pun penasaran. Lalu dengan langkah perlahan mulai mendekati kamar tersebut. Mendadak suara aneh yang didengarnya itu menghilang.
Kejadian selanjutnya Mister turis dikejutkan oleh sesosok penampakan. Hantu Noni Belanda! Hantu itu mengenakan gaun berwarna putih dengan rambut panjang terurai. Meski penampakan itu tak berlangsung lama, sempat membuat Mister turis merinding.
Di hari kedua penampakan hantu Noni Belanda itu terulang lagi. Kali ini Mister turis melihat dengan jelas wajah hantu itu. Cantik tetapi amat pucat.
Kejadian tersebut membuat Mister turis tidak lagi penasaran, melainkan mulai ketakutan. Dan, selanjutnya tanpa menunggu lebih lama lagi Mister turis memilih hengkang mencari penginapan lain.
Kamar-kamar yang Sengaja Tidak Disewakan
Pada getok tular kisah yang lain. Suatu hari dua anak muda ingin membuktikan keangkeran hotel Niagara. Mereka membuat challenge yakni menginap satu malam di hotel itu.
Saat memesan kamar, resepsionis hotel mengatakan hari itu hanya tersedia satu kamar yang bisa disewakan. Alasannya kamar-kamar yang lain sudah penuh, dibooking oleh serombongan tamu.
Terpaksa dua pemuda tersebut menempati satu kamar yang ditawarkan itu.
Saat diantar petugas hotel menuju kamar melewati lorong, dua anak muda itu merasa heran. Jika benar kamar-kamar itu sudah penuh, mengapa tidak terlihat seorang pun? Sebagian kamar malah dibiarkan terbuka dan tampak kosong.
Dan, benarlah. Pada tengah malam mereka---dua pemuda itu dibangunkan oleh suara gaduh seperti sedang ada kegiatan pesta. Tapi saat pintu kamar dibuka, kegaduhan seketika lenyap. Suasana kembali lengang dan sepi.
Rumor yang beredar ada hari-hari tertentu di mana kamar-kamar hotel sengaja tidak disewakan. Kamar-kamar tersebut disediakan untuk makhluk halus.
Ah, entahlah. Kalau yang ini sepertinya perlu investigasi lebih lanjut.

Entah benar entah tidak. Mitosnya hotel kuno yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini pernah dijadikan sebagai tempat pembantaian masal. Terdapat ruang bawah tanah yang diduga sebagai penyimpanan mayat korban pembantaian yang dilakukan oleh tentara Belanda terhadap penduduk pribumi.
Masih menurut kisah horor yang berembus, kerap beberapa tamu diganggu oleh suara ketukan-ketukan misterius pada pintu kamar mereka. Saat pintu dibuka sekelebat penampakan dengan kondisi mengerikan turun dan menghilang di ruang bawah tanah.
Memang sih. Kalau melihat sekitaran hotel yang tampak lengang dan misterius itu, mitos apa pun bisa terlahir dari sana. Saya sendiri sempat merinding ketika diam-diam mengamati satu persatu bagian bangunannya. Semacam ada aura negatif yang menyelubungi.
Terlepas dari kisah horornya yang tak pernah lekang, ada yang patut diapresiasi. Yakni lebih dari 100 tahun Hotel Niagara tetap berdiri tegak tanpa mengubah bentuk arsitektur bangunannya. Desain interiornya pun klasik. Perpaduan antara Eropa dan Jawa.Â
Lantas bagaimana dengan kami---saya dan Te Rin yang berencana uji nyali menginap semalam di hotel penuh misteri itu? Sebaiknya batal atau lanjut?Â
Tolong Kompasianer beri masukan, yaa.
***
Malang, 11 Desember 2020
Lilik Fatimah Azzahra
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI