Ini bukan percakapan tentang hujan. Atau rindu yang telah dicuri waktu. Tapi aku sedang membicarakan perihal anak-anak langit. Yang berlarian di atas pematang sawah yang terpetak-petak semakin sempit.
Ini bukan menangisi tentang senja. Atau luka yang dikucuri cairan cuka. Tapi aku sedang merisaukan hakikat cinta. Yang diam-diam mencoba dibelokkan arah.
Jika kemudian tak lagi ada pembicaraan. Tentang selincah apa kaki anak-anak kita berlarian. Tentang sesakral apa hakikat cinta dipertahankan. Barangkali. Sudah waktunya kita membunuh mimpi. Lalu terbangun. Dan tak usah tidur lagi.
***
Malang, 16 April 2020
Lilik Fatimah Azzahra
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI