Sesuai janjinya, Rusli membelikanku sebuah daster. Ia juga memborong buah mangga nyaris sekeranjang penuh.
"Banyak sekali, Rus?" tanyaku heran.
"Maafkan aku, Ir. Aku baru tahu kalau Ibu hamil kadang suka  ngidam," Rusli menatapku dengan pandang mata bersalah.
"Siapa yang memberitahu tentang hal itu---maksudku tentang  ngidam  itu? Ibumu?" aku mengernyit alis. Rusli menggeleng.
"Jadi siapa?" tanyaku menegaskan.
"Nyai Lurah."
"Nyai Lurah? Kapan kalian bertemu?"
Rusli diam sesaat. Ia terlihat ragu mengatakannya.
Dan sepertinya aku tidak perlu bertanya lebih jauh lagi. Bekas lipstik merah marun yang tertinggal di kerah bagian depan kemejanya---sudah cukup menjelaskan semuanya.
***
Malang, 17 Januari 2017