Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerpen | Ngidam

17 Januari 2018   14:59 Diperbarui: 17 Januari 2018   18:21 1661
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber :www.hepatitisnewstoday.com

"Lima bulan lebih, Nyai."

"Ngidam  apa kau selama mengandung?" ia bertanya lagi.

Aku menggeleng seraya tersenyum.

"Saya tidak  ngidam  apa-apa..."

"Ah, masa?" kali ini suara Nyai Lurah agak meninggi. Seolah tidak percaya dengan pengakuanku. "Di mana-mana, Ibu hamil pasti mengalami apa yang disebut ngidam, Ir," lanjut Nyai cantik itu seraya menepuk pundakku.

***

Seperti rencanaku semula, sepulang dari rumah Nyai Lurah aku menyempatkan diri mampir ke rumah kerabat yang tinggal di desa seberang. Aku pulang ketika hari sudah gelap. 

Di rumah kulihat Rusli masih juga belum beranjak dari kursinya, menyeleksi naskah-naskah yang hendak dikirim.

"Hari ini aku menerima upah cuci lumayan banyak, Rus. Bisa untuk membeli sebuah daster. Jadi tidak usah menunggu honor cerpenmu cair," ujarku hati-hati. Aku khawatir suamiku itu  tersinggung dengan ucapanku.

"Kau tabung saja uangmu, Ir. Aku juga baru saja menerima rezeki," Rusli berdiri. Menggamit pundakku dan mengelus lembut perutku yang bergerak-gerak. Tentu saja aku ikut gembira kalau benar Rusli telah mendapat rezeki. Aku tidak perlu bertanya macam-macam. Aku cukup berpikir, bisa jadi honor menulisnya sudah dikirim.

Dan malam itu juga, ia mengantarku ke pasar terdekat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun