Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Penulis - Menulis itu Hidup
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pantang mundur seperti Ikan

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Memahami Cinta

12 Januari 2021   16:14 Diperbarui: 12 Januari 2021   16:18 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Cinta itu unik. Cinta itu warna. Cinta itu Rasa. Tentang dua hati. Perasaan berbeda yang disatukan. Dalam janji suci. Untuk sepakat bersama. Dalam apa yang disebut, Nyaman.

Memahami cinta. Dalam narasi perasaan. Mematuhi aturan agama. Berbalut budaya. Hitungan weton. Adat istiadat. Unik. Karena ini, Indonesia.

Cinta itu, tanpa rumus. Cinta itu bukan matematika. Cinta itu, tentang aku dan dirimu. Dicari, kadang pergi. Dikejar, malah berlari. Dipertahankan, tersakiti. Yang punya, bertengkar sehari hari. Yang tak punya, sendiri. Bersyukurlah yang samawa atas Ridho Illahi.

Cinta butuh dipahami. Kadang dibumbui luka lara berbalut balas dendam. Cinta kadang jadi mantra menyakitkan. Biar puas, biar kapok, biar sengsara. Dukunpun bertindak. Mengikat buhul jodoh. Memasung raga, mengikat jiwa. Tanpa ampun. Untuk sebuah kepuasan palsu.

Cinta seharusnya indah. Saling terima kekurangan. Jalani apa adanya tanpa tuntutan. Disyukuri apa yang tersedia. Jika kurang, terus berusaha. Cinta itu berbagi, mendukung dan menguatkan. Bersama, bukan jalan sendiri sendiri.

Memahami cinta seharusnya dengan cinta. Karena cinta itu rasa dihatiku, rasa dihatimu, berbuah nyaman bersama, menuju bahagia milik berdua.

Peliharalah cinta,jika ada. Jangan sia siakan. Itu anugerah. Dia sudah merelakan hidupnya untukmu. Mungkin dia bisa salah. Manusia itu bodoh jika tak mau belajar. Namun jangan Tuhankan kebodohanmu, hanya nuruti hawa nafsumu, menghancurkan pasangan cintamu. Untuk apa? Untuk siapa? 

Itu lara hati yang membunuh derajat kemanusiaanmu. Menjadikanmu raja tega, menghapus berkah Illahi masa lalu. Amal yang dihapus dengan sombong. Dan memuji balas dendam. Tanpa ampun. Hingga berkah rejeki menjauh. Dan kita akan dibiarkan Yang Maha Kasih, untuk terlantar tanpa cinta. Tak sanggup jika cinta sudah disisi dendam, yang membuat hati jadi batu karang. Tak ada hikmah yang bisa menerangi. Karena hati telah gelap pekat.

Pembenaran terus dicari. Untuk menang sendiri. Tak peduli. Cinta sebenarnya tak harus saling menyakiti. Tapi jika dendam dihari. Tak ada obat lagi, hingga dibawa mati.

Memahami cinta, adalah berjuang bersama. Meraihnya berdua. Ada sukses. Ada gagal. Itu jerih payah, bergandeng bersama, menjemput asa. Rejeki dari Yang kuasa.

Tapi Kenapa setiap pernyataan tak terbukti, dipertanyakan sebagai janji. Yang terbukti tulus ikhlas, tak diakui. Dihapus seolah tak ada. Cinta macam apa ini. Inilah konflik cinta. Jika cinta telah mati. Tak ada perasaan lagi. Cara mudah menolak Rejeki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun