Mohon tunggu...
Arsyad Iriansyah
Arsyad Iriansyah Mohon Tunggu... Administrasi - Pengalaman adalah guru, setiap orang adalah murid dan guru.

Arsyad Iriansyah sudah menyukai dunia blog atau menulis saat duduk di kelas 1 SMA. Blog pertamanya masih ada yaitu arsyadiriansyah.com . Lebih banyak menulis pengalamannya menjadi relawan guru, toleransi, kehidupan sehari-hari, dan tak jarang menulis hal serius tentang isu kebijakan publik. Selain itu, ia tidak lebih dari anak muda lainnya yang hanya ingin belajar, belajar dan belajar. Dapat dihubungi via surel arsyadiriansyah@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Jangan Ucapkan 5 Hal ini di Hari Lebaran

23 Juni 2017   00:50 Diperbarui: 25 Juni 2017   19:52 1559
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Lebaran tinggal menghitung hari. Bandara, stasiun dan pelabuhan sudah disesaki oleh para pemudik yang memilih menghabiskan hari kemenangan bersama orang yang disayangi. Setelah setahun atau beberapa tahun sibuk berjibaku dengan kerjaan di perantauan, membuat momen lebaran adalah cara terbaik untuk kembali merajut tali silaturahmi.

Ajang silaturahmi antar keluarga, tetangga, teman kerja bahkan teman-teman alumni sekolah ini ternyata bisa menjadi rusak, karena beberapa pertanyaan lho. Yuk cermati beberapa pertanyaan yang sebaiknya anda hindari:

1. Sudah lulus?

Pertanyaan mematikan yang ditujukan kepada para mahasiswa diambang kelulusan. Sampai jenuhnya pertanyaan ini, para mahasiswa hanya akan mengulum senyum ke para penanya. Maksud hati bertanya agar segera kelar, nyatanya itu hanya bikin mereka down. Anda harus menghargai mereka yang sedang berjuang membaca jurnal, begadang tiap malam, bahkan ditolak revisian oleh dosen pembimbing. Jadi, yakinkan ke mereka bahwa paling penting dari skripsi adalah memahaminya dan mencintai prosesnya, hasil akan berbuah manis di akhir.

2. Sekarang kerja dimana? Gajinya berapa?

Setiap orang memiliki cerita suksesnya, biarkan mereka sendiri yang membuat sejarahnya. Kenali bahwa mereka yang baru lulus, tengah berjibaku dengan tekun dan giat mengirimkan CV dan aplikasi pekerjaan mereka. Sudah puluhan dan ratusan aplikasi kerja di apply sehingga penolakan menjadi makanan sehari-hari. Beri dukungan kepada mereka bahwa kesempatan selalu ada untuk mereka, asal mereka sudah siap untuk tekun, giat dan berintergritas dalam bekerja kelak.

3. Mana pasangannya nih? Kapan nikah?

Jodoh akan indah pada waktunya. Bagi para jomblo atau single, pertanyaan ini selalu terdengar dimana saja. Tidak hanya dikumpul keluarga tapi juga di setiap kesempatan bertemu dengan kawan. Terutama di momen lebaran. Nah, cara terbaik buat anda yang sering bertanya hal demikian adalah mendoakan agar mereka segera dipertemukan dan percayalah bahwa mereka sedang memantaskan dirinya untuk mendapatkan pasangan terbaiknya untuk anak mereka.

4. Mana nih anaknya? Udah berapa anaknya?

Hidup ini memang begitu ya. Setelah fase-fase tadi, sudah nikah pun selalu ditanya-tanya begini. Anak itu titipan. Ada yang nikah lalu hamil, tapi ada juga yang telah nikah bertahun-tahun juga belum dikaruniai seorang anak. Jika anda, teman atau saudara yang baik, hindari pertanyaan ini. Mungkin mereka sudah menghabiskan jutaan untuk terapi atau konsul dengan dokter spesialis kandungan. Tak hanya itu, sang istri mungkin terserang jerawat dan gendutnya badan karena suntikan atau vitamin kesuburan. Banyak perjuangan untuk memiliki momongan, jadi doakan dan support mereka.

5. Kok tambah gendut? Kok tambah hitam?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun