Akhir-akhir ini, salah satu ketakutan yang sering menghantui dunia pendidikan adalah ketidakmampuannya menanamkan nilai-nilai karakter bagi peserta didik. Ketakutan itu menjadi sesuatu yang sangat wajar karena pendidikan karakter akan menjadi bekal peserta didik untuk meneruskan kehidupannya di masa depan. Karakter yang dimiliki seseorang merupakan bawaan sejak lahir namun akan dapat berubah seiring perkembangan usia dan interaksi dengan lingkungannya.
Sejak lahir hingga berusia enam tahun, praktis anak selalu berada dalam lingkungan keluarga dan pada periode inilah diyakini sebagai titik awal pendidikan karakter harus mulai diterapkan. Periode ini merupakan masa emas pembentukan karakter seorang anak, jika pada usia ini penerapan pendidikan karakter yang diberlakukan pada anak kurang tepat, maka kondisi ini akan menjadi sebuah resisten untuk pembentukan karakter anak pada usia berikutnya. Saat usia sekolah bagi anak, kehadiran peserta didik di sekolah waktunya sangat terbatas, hanya sekitar 7-8 jam atau sekitar sepertiga dari total waktu setiap harinya. Meskipun porsinya sangat sedikit, namun keadaan ini tidak lantas menyurutkan niat dan cita-cita luhur sekolah dalam mencetak peserta didik yang bukan hanya memiliki kompetensi yang mumpuni dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki pribadi dengan karakter yang kuat. Kombinasi ini diyakini akan melahirkan peserta didik yang tangguh untuk menghadapi kerasnya persaingan hidup di masa depan.
Membentuk pribadi yang memiliki karakter kuat dari dalam kelas tidaklah mudah, ditengah gempuran karakter yang disumbangkan dari lingkungan keluarga dan lingkungan di luar pesekolahan. Jika sumbangan karakter lingkungan keluarga dan lingkungan di luar persekolahan baik, maka membentuk karakter dari kelas akan semakin mudah, namun sebaliknya jika itu tidak baik, maka pembentukan karakter dari kelas harus dilakukan secara ekstra untuk mendapatkan peserta didik berkarakter tangguh. Beberapa bentuk nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dibelajarakan dimulai dari kelas diantaranya religius, jujur, toleransi dan menghargai, empati, disiplin serta peduli lingkungan.
Membelajarakan pendidikan karakter di sekolah tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu yang panjang, pengawasan yang terus menerus, role model yang selalu konsisten, serta didukung pula oleh komitmen kebijakan sekolah yang berpihak pada penerapan pendidikan karakter tersebut, karena hasil yang diperoleh dalam membelajarkan pendidikan karakter baru akan terlihat saat karakter tersebut sudah menjadi pembiasaan-pembiasaan yang berlanjut menjadi habituasi (prilaku).
Selain itu tantangan yang dihadapi dalam penanaman karakter yang dilakukan di sekolah adalah masih kuatnya pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan di luar sekolah. Tentu ini tidak dapat dipungkiri, karena sekuat apapun nilai-nilai pendidikan karakter yang sudah ditanamkan di kelas, akan sangat mudah berubah oleh kuatnya pengaruh karakter yang dapat dilihat oleh peserta didik saat berada di lingkungan luar sekolah. Dengan demikian salah satu kata kunci keberhasilan pendidikan karakter disekolah adalah adanya sinergitas dari ketiga komponen lingkungan peserta didik, baik di lingkungan sekolah, lingkungan di luar sekolah maupun lingkungan keluarga. Tentu ketiga lingkungan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang bukan hanya siap dengan nilai-nilai karakter yang dimiliki, namun juga tangguh dan dapat diandalkan dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi dalam kehidupannya.
Apapun tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam membelajarkan pendidikan karakter, kegiatan ini sangatlah mulia dan memiliki potensi menjaga nilai-nilai karakter bangsa ditengah gempuran kemajuan zaman yang dapat berubah setiap saat bahkan mampu melumpuhkan karakter bangsa yang kita miliki tanpa pernah kita sadari. Mari menjadi bangsa yang berkarakter. (ekajuned)
Â
Penulis : Eka Junaidi
(S3 Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI