Di masa sulit seperti ini, depresi mudah melanda siapa saja. Aku beruntung karena ada buku-buku bagus yang menguatkan. Memberi penghiburan dan dukungan dengan cara yang paling sederhana "menemani dengan setia".Â
Toko Buku Tempat Bermain Favorit
Aku beruntung karena sejak kecil sudah mendapat pengaruh terbaik dari orang tua untuk mencintai buku. Kebiasaan yang terbawa hingga kini.Â
Rumah kami dulu di Matraman Raya dekat dengan toko buku Gramedia. Hanya dengan berjalan kaki saja sudah bisa sampai kesana. Sebulan sekali kami diajak membeli buku kesukaan.Â
Meski dijatah satu orang satu buku tapi antisipasi membeli buku meningkatkan adrenalin. Semakin banyak buku yang dibaca semakin haus akan buku-buku baru. Akhirnya buku menjadi semacam candu. Hidup rasanya hampa tanpa buku.
Oleh karenanya mulai menabung uang jajan untuk bisa membeli buku lebih banyak. Sepulang sekolah sering bermain ke Gramedia untuk melihat buku-buku baru dari serial kesayangan. Mengecek harga dan mulai menabung untuk membelinya.Â
 Lima Sekawan dan Trio Detektif  yang merupakan terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 1980-1990 adalah serial pertama yang menjadi favorit. Sampai sekarang pengalaman bersama buku masih membekas dalam ingatan.
Buku Menginspirasi untuk Menulis
Sejak mulai suka membaca buku dan mengikuti petualangan tokoh-tokohnya aku terinspirasi untuk membuat cerita sendiri.
Mulailah belajar menulis secara otodidak. Entah cerita apa yang sudah ditulis namun rasanya selalu puas dan bahagia saat cerita itu berakhir sesuai keinginan.Â
Kebiasaan menulis masih terus berlangsung hingga saat ini. Membuatku menulis dalam berbagai platform. Salah satunya dalam blog.Â
Buku-buku yang pernah kubaca memberi wawasan tentang banyak hal yang terjadi di dunia. Tentang kehidupan dan manusia.Â