Permasalahan keterbatasan umumnya milik penduduk di daerah terpencil. Susahnya akses kesehatan dan pendidikan contoh dari permasalahannya.
Kita dapat mengambil contoh dari kisah Dashrath Manjhi. Pria kelahiran 1929 yang tinggal sebagai penduduk miskin di desa Gehlaur,India. Merupakan desa terpencil yang minim akses dasar seperti layanan air dan layanan kesehatan. Untuk menuju daerah lain saja,penduduk Gehlaur harus menempuh sejauh 55 km.
Dashrath kehilangan istrinya pada tahun 1959 akibat kurang bantuan medis. Sang istri yang terpeleset di medan pegunungan terjal pada akhirnya meninggal terjatuh di celah gunung yang curam. Kejadian ini terjadi saat mengantarkan istrinya ke kota medis terdekat yang jaraknya 70 km dari desa ini.
Mendapati hal itu,Dasrath marah dan sedih. Sehingga dia memutuskan membangun jalan melalui perbukitan Gehlaur. Demi memudahkan akses ke desanya. dan demi mencegah tragedi istrinya terulang kembali.
Bermodalkan palu dah pahat,banyak yang berusaha mematahkan semangat Dasrath. Dia dianggap gila karena mau membelah gunung.
Dasrath membakar batu pegunungan dengan ranting dan menyiram dengan air setelahnya. Hal itu memungkinkan mudahnya dalam memecahkan batu tersebut.
Melihat mulai membuahkan hasil,penduduk akhirnya berhenti mengganggu. Para penduduk pun mulai ikut membantu. Dengan dukungan peralatan dan makanan yang mereka berikan.
Selesainya jalan itu pada tahun 1982. Setelah 22 tahun yang dikerjakan Dasrath pada akhirnya membuahkan hasil. Jalan tersebut hanya berjarak 1 km dan dapat dilalui oleh mobil. dimulai pada usia 31 dan selesai pada akhirnya di umur 53. Sebuah perjuangan yang tidak sia-sia.
Meski jarang yang mengetahui ceritanya, kisah ini menjadi sebuah panutan di India.
 Kegigihan serta kefokusan Dasrath lah yang membuatnya tetap bertahan menyelesaikan pekerjaan mulianya ini. Tentunya kita dapat mengambil sikap positif Dasrath ini untuk dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI