Ada sisi yang tidak pernah dapat ia pahami
sesuatu yang rasanya asing dari hanya sekadar persahabatan
lelaki itu melebihi kebaikan suaminya
: suamiku tak sebaik lelaki itu!
demikian ia berkata
Digapai-gapainya ingatan silam
mungkin masih bisa terjaring dalam benak sesuatu yang indah
dengan suaminya
ada secuil, tapi tak ada yang terlalu istimewa
kecuali pada saat sweet seventeen
Kala itu, segalanya penuh dengan bunga
usia remaja memang menjanjikan benih kebahagiaan yang tiada tara
lantas ketika cinta itu tersemai dalam bentuk pernikahan
semua manis yang telah menggebung raib seperti debu tertiup angin
Lalu, ia mengatakan dengan suara serak
"Suamiku menampar
menjambak rambutku
mengataiku perempuan jalang tukang selingkuh!"
Hari-harinya kini terasa panjang dan melelahkan
sederetan rutinitas yang wajib dijalaninya sebagai ibu rumah tangga
bagai sebongkah beban yang menyesaki dadanya
Kini disadarinya terjebak dalam perselingkuhan
dengan lelaki yang lebih baik dari suaminya
: oh, ini hablur terasa manis namun pahit
Ia menarik napas panjang
gamang, menggigil bisu
dan menyadari
: ini tirai manis penjara hati
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI