Betul saja, saat Chastelein meninggal dunia, ia membagi warisan tanah yang di Depok menjadi milik budak-budaknya. Keputusan menjadi ahli waris inilah yang kemudian menjadi awal mula pemerintahan sipil yang diberi nama Gementee bestuur Depok tahun 1913.
Total 5 orang yang dipercaya untuk menjadi pengurus di tanah warisan ini, dan ketua pengurusnya disebut Presiden Depok. Pemerintahannya kemudian bertanggungjawab terhadap banyak hal termasuk pendidikan, pertanian, infrastruktur sampai irigasi jadi titik-titik penting untuk diperhatikan.
Ada beberapa titik heritage yang kami kunjungi, mulai dari Cornelis Koffie, Kantor Pemerintahan Depok yang kini jadi RS Harapan Depok dan tak lagi beroperasi. Di sini, kita juga akan menemukan sebuah monumen putih yang dibangun sebagai pengingat 200 tahun wafatnya Chastelein.
Kami juga dibawa berkunjung ke bekas rumah presiden Depok yang terakhir, jonathans, yang letaknya persis di seberang RS Harapan Depok. Kami juga mengunjungi Gereja Immanuel yang dulu digunakan sebagai tempat belajar para budak Chastelein serta Eben Haezer yang kini menjadi SMP Kasih.
Itu dia perjalanan walking tour heritage Depok CLICK dan Kreatoria. Sampai ketemu di perjalanan berikutnya, ya!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI