Masih berbicara tentang M2U, aplikasi mobile banking yang dihadirkan oleh Maybank untuk seluruh nasabah yang ingin menikmati kemudahan bertransaksi kapan pun, di mana pun.
Seperti yang Michel Hamilton selaku Chief Strategy, Transformation & Digital Officer, sampaikan pada webinar Kopiwriting Kompasiana bersama Maybank, bahwa:
"Inovasi yang berkelanjutan dari M2U adalah bentuk perwujudan brand promise Maybank - Humanising Financial Service, yaitu untuk menghadirkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan finansial konsumen di mana pun fase kehidupannya, baik anak muda, profesional, keluarga muda, businessman/woman, paruh baya atau di usia matang / golden age. Aplikasi M2U hadir untuk mengisi dan memenuhi kehidupan finansial mereka."
Sebetulnya, banyak perbankan yang menawarkan hal yang sama. Tapi ketika ku coba, lagi-lagi ujung-ujungnya aku harus keluar masuk aplikasi berbeda untuk beberapa urusan pembayaran tagihan.
Repot rasanya kalau harus bolak balik aplikasi berbeda jika ada yang bisa menawarkan selesai dalam satu aplikasi yang sama.
Saat webinar kopiwriting Kompasiana bersama Maybank, Bapak Ditto Prabowo selaku Head Digital Banking Product & Strategy menyampaikan bahwa M2U ditujukan untuk semua kebutuhanmu, kebutuhanku, dan kebutuhan seluruh nasabah.
Ngga afdol kan kalau sudah dengar dan tau, tapi ngga coba langsung. Untuk itu, kita cari tau sama-sama, yuk.
Pembukaan M2U Maybank
Bagi pemilik alamat KTP berbeda dengan alamat domisili, membuka rekening bank adalah salah satu kegiatan yang cukup menyebalkan, kenapa?
Selain harus buang-buang waktu ke bank, kudu ngurus surat referensi juga dari kantor. Izin dulu sama HRD. Iya kalau dizinin, kalau ternyata banyak pekerjaan yang mengharuskan stand by ya sabar-sabar deh cari waktu yang tepat.
Belum lagi di masa pandemi yang mengharuskan banyak staff work from home, tingkat kesulitan urusan surat menyurat jadi jauh lebih rumit.
Mendengar pembukaan rekening M2U bisa dilakukan secara online pada akhirnya memberi kelegaan juga. Ngga repot-repot lagi nih ke bank. Begitu pikirku saat itu:
1. Download aplikasi
Sebelum bertransaksi, pastikan kamu sudah terlebih dahulu download aplikasi M2U di App Store atau Play Store, lalu putuskan sendiri apakah ingin membuka rekening konvensional atau syariah.
2. Buka rekening
Selanjutnya siapkan e-KTP, NPWP, dan isi data pribadi yang diminta. Terakhir, kamu juga akan diminta untuk swafoto.
Pastikan foto e-KTP jelas, terang, terbaca dan data lain sesuai. Karena ternyata, di akhir proses akan ada video call bersama Customer Service Maybank.
Lalu dalam waktu 1x24 jam, calon nasabah akan mendapatkan informasi apakah pengajuan pembukaan rekeningnya diterima atau masih membutuhkan kelengkapan informasi lainnya.
Kalau pun masih membutuhkan kelengkapan, kamu dapat melanjutkan proses pembukaan rekening langsung ke cabang Maybank terdekat. Untuk itu, sebelum submit data, pastikan semua data sudah benar yaaa.
Beberapa alasan yang membuat pengajuan ditolak:
- Data di e-KTP tidak terdeteksi di sistem Dukcapil
- Foto KTP buram
- Sudah memiliki rekening Maybank sebelumnya dengan status close sehingga harus di-upgrade ke cabang Maybank terdekat
3. Buat user ID
Selanjutnya kamu akan diminta untuk membuat user ID dan password. Jangan lupa untuk menggunakan kata yang sulit untuk ditebak demi keamanan data kamu dan kenyamanan tiap kali bertransaksi ya.
4. Verifikasi
Langkah selanjutnya adalah verifikasi. Di sini kamu bisa menjadwalkan untuk bertemu agen sesuai waktu luang yang kamu punya, atau bisa langsung berbicara dengan Customer Service secara daring.
Kemarin sih aku pilih berbicara langsung dengan Customer Service karena kebetulan saat itu ada waktu kosong, dan sepertinya lebih efisien jika seluruh proses pembukaan rekening dilakukan di hari yang sama.
Oh iya, perlu diketahui juga. Jika ingin berbicara langsung dengan Customer Service, pastikan kamu menghubungi di jam kerja setiap pukul 08.30 -- 18.00 WIB yaaa. Karena hanya untuk verifikasi data saja, proses ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Paling 5-10 menit, itu juga jika kamu memiliki beberapa pertanyaan kepada Customer Service.
Selanjutnya, tinggal tunggu pemberitahuan apakah persetujuan pembukaan rekening M2U disetujui atau ditolak. Pemberitahuan akan diinformasikan lewat email dalam kurun waktu 1x24 jam.
Jika diterima, maka rekening M2U mu sudah permanen dan siap digunakan kapanpun dan di mana pun. Sebaliknya, jika ditolak, maka kamu harus langsung ke cabang Maybank terdekat untuk verifikasi.
Meskipun ditolak, sebetulnya rekening M2U kamu tetap bisa digunakan untuk melakukan transaksi, pembelian, pembayaran dan transaksi QR Pay.
Sayangnya, rekening M2U yang verifikasinya ditolak hanya bersifat sementara dan hanya berlaku 14 hari. Demi kenyamanan bertransaksi, sebaiknya pastikan akun rekening sudah bersifat permanen yaa.
Fitur-fitur
Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa M2U dihadirkan untuk kemudahan bertransaksi kapan dan di mana pun.
Kemudahan ini biasanya sering bikin orang bablas belanja ini itu, beli ini itu tanpa memperhitungkan urusan financial di masa mendatang.
M2UÂ difasilitasi dengan financial management, dengan syarat, nasabah juga harus disiplin melakukan alokasi penghasilan. Apa itu alokasi penghasilan?
40% untuk kebutuhan sehari
Kebutuhan sehari-hari seperti makan, transportasi, tagihan listrik, air, internet, telepon. Dan semua ini bisa dibayarkan dengan M2U.
30% bayar cicilan
Cicilan ini seperti KPR, KPM, cicilan konsumtif yang bisa dimonitor melalui M2U. Sisa hutangnya berapa, jatuh temponya kapan, cicilan dan bunga per bulannya berapa. Kita bisa pantau.
20% tabungan dan proteksi
Dana darurat, asuransi, investasi dan gaya hidup masuk dalam kategori 20% ini. Â Di M2U, kita bisa buatkan tabungan MyPlan, deposit online sampai reksa dana.
10% kebaikan
Termasuk bayar zakat, donasi online atau sekedar mendukung Maybank dalam berbagi kamu bisa lakukan di fitur ini.
Untuk selengkapnya, boleh lihat di video berikut ini ya
Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI