Heboh. Ini fenomena baru para ibu seusai shalat subuh ramai di warung Ibu Mar yang setiap hari menjual berbagai ragam sayuran di sepanjang Haji Sirun, Ceger, Jakarta Timur.
Apa pasalnya? Para ibu tengah mencari-cari temulawak yang diyakini dapat meredakan sakit panas dan belakangan ini dikaitkan menangkal penyakit Corona.
Wuih. Kemarin habis. Sekarang cepat habis. Pergi ke pasar, juga tak kebagian. Pokoknya, tanaman ini belakangan tengah "naik daun" di mata para ibu.
"Anak saya kemarin badannya hangat, saya beri minum itu temulawak setelah diolah. Sekarang sehat," ujar seorang ibu muda.
Istri penulis pun bercerita. Selasa pagi kemarin ia membeli jahe, ketumbar, temulawak, kunyit, kayu manis dan sereh. Salah seorang di antaranya membuat catatan tentang rempah-rempah itu. Diam-diam juga ada seorang ibu yang mengaku membutuhkan rempah-rempah itu dengan mengaitkan untuk menangkal penyakit Corona.
Ia lalu mengaku menyempatkan diri mencari sang ibu, yang juga tetangganya, untuk menyalin catatan yang diberi isteri penulis. Eh, pada pada Rabu pagi, ia menjumpai lagi sang ibu itu lagi dengan bercerita bahwa anaknya yang sakit panas segera sembuh setelah mengonsumsi minuman temulawak.

Aih, ibu-ibu seperti tengah berunjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat yang mendesak agar tuntutannya dipenuhi.
Ini memang baru sekali ini sekelompok ibu mendesak pemilik warung mendiktenya agar temulawak dijual pada hari-hari berikutnya. Bukankah sekarang tengah mewabah penyakit Corona? Bukankah penyakit itu dapat dibendung oleh tubuh kita sendiri? Mengonsumsi temulawak dapat menyehatkan dan menguatkan tubuh, bukan?
Begitu kira-kira inti sari celoteh para ibu pada Rabu pagi di tepi Jalan Haji Sirun, tempat penulis bermukim di gang yang sempit itu.
**