Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kini Artikel Penyelenggaraan Haji Mendapat Tempat di Kompasiana

17 Januari 2018   11:56 Diperbarui: 17 Januari 2018   12:00 706
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto | KabarMakkah.com

Berbagai kasus dan pentingnya umat Muslim menjaga kesehatan sebelum ritual haji dan umrah agar mendapatkan kesalehan sosial selama setahun telah dituangkan dalam rubrik kompasiana. Dan, catatan penulis, dalam setahun sudah diturunkan 21 artikel yang menyengkut penyelenggaraan ibadah haji. Dari artikel sebanyak itu, redaktur kompasiana menempatkan delapan artikel sebagai artikel utama.

Ini bukan berarti berita tentang haji yang dikelompokan sebagai berita pilihan tidak penting. Artikel itu tetap menjadi perhatian karena jumlah pembacanya boleh jadi lebih banyak dibanding berita artikel utama. Parameter suatu artikel menjadi berita utama tentu sangat tergantung dari sisi aktualitas, kecepatan penyampaian kepada publik dan isinya sarat dengan informasi. Tentu, masih banyak hal lain yang ikut mempengaruhinya. Saya jadi takut ria atau sombong menyebut berapa jumlah pembacanya. Tapi, dari pengamatan penulis, belum terlalu menggembirakan jika dibanding para penulis lainnya. Saya adalah pendatang baru di Kompasiana.

Bagi penulis, membandingkan suatu artikel patut sebagai berita utama dan pilihan sepenuhnya adalah hak atau domain dari redaktur kompasiana. Terpenting, tulisan tentang haji yang dituangkan dalam kompasiana kini telah mendapat tempat di hati pembaca. 

Apa upaya penulis untuk meningkatkan menjaga agar artikel haji tetap menjadi aktual. Hal itu dilakukan dengan mengontak langsung nara sumber penulis di lingkungan Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan para pemangku kepentingan lainnya. Termasuk dari kalangan penyelenggara umrah yang belakangan ini terus menuai kekecewaan di sebagian umat Muslim lantaran kembali mencuatnya kasus penipuan penyelenggaraan umrah.

Kala penyelenggaraan ibadah haji berlangsung, penulis berupaya melakukan komunikasi dengan para petugas di Arab Saudi. Penulis bersyukur pengalaman menjadi petugas Media Center Haji (MCH) selama tiga kali musim haji dan ikut melaksanakan umrah telah memberi keyakinan bahwa apa yang dituangkan dalam tulisan di Kompasiana tentang penyelenggaraan haji dan umrah telah mendapat perhatian demikian tinggi masyarakat di Tanah Air.

Berikut artikel yang mendapat perhatian publik.

5. Iklan Sesat Umrah Murah Sulit Dicegah?

Tulisan ini mengajak pembaca untuk lebih mawas diri terhadap penyelenggara umrah nakal. Peristiwa penipuan perjalanan umrah dengan cara banting harga di bawah harga standar telah mencederai kepercayaan umat terhadap biro bersangkutan. Ratapan ibu dan orang tua usia lanjut kerap terdengar di kantor polisi setelah mereka menumpahkan perasaannya, mengumpulkan uang (berhutang) yang berakhir dengan janji palsu.

4. Kita berharap Jemaah Haji Wafat Berkurang

Sekadar menyegarkan ingatan, catatan penulis jumlah jamaah haji yang wafat pada 2014 sebanyak 297 orang. Tahun-tahun sebelumnya tercatat pada 2013 sebanyak 236 orang, pada 2012 sebanyak 428 orang.

Jumlah total jemaah haji yang meninggal pada tahun lalu (2016) mencapai 390 orang. Angka itu, jauh lebih kecil jika dibandingkan pada 2015. Pada 2015 jumlah jemaah haji yang meninggal dunia sebanyak 590 orang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun