Walikota Batam, H. Muhammad Rudi, saat acara silaturahim dengan warga, Sabtu pagi, mengingatkan warganya agar meningkatkan komunikasi. Jika ada persoalan hendaknya dapat diselesaikan dengan baik.
Sebelumnya KH Ahmad Juraidi dari Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan hal serupa saat warga Batam menggelar silaturahim di Kecamatan Sagulung.
Camat Sagulung, H. Abidun Pasaribu pun sependapat agar warganya meningkatkan silaturahim, kenali sesama warga dan saling menasihati untuk meningkatkan iman. Sudah tentu, dengan iman yang kuat seseorang dapat menangkal radikalisme.
Batam belakangan ini jadi "sorotan" negara jiran Singapura lantaran isu terorisme dari kota tersebut diduga akan melakukan tindakan perusakan. Karenanya, terkait isu radikalisme, maka masalah ketahan seluruh anggota keluarga ke depan menjadi sangat penting.
Di Batam, beda dengan kota lainnya, sekecil apa pun peristiwa menarik perhatian publik dan negara tetangga, Singapura. Ibaran jarum jatuh, suaranya terdengar kemana-mana. Termasuk pula isu terorisme tersiar di kota tersebut.


Radikalisme muncul dan dimunculkan oleh sekompok orang dengan membawa suatu paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan agama mana pun, karena sekelompok orang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI