Mohon tunggu...
Edo Chandra
Edo Chandra Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Kadang kita berfikir berulang2 sebelum menentukan keputusan.. Bahkan kita kembali lagi setelah keputusan kita ambil.. yang membuat kita terus memutar2 perahu kehidupan kita.. hingga membuat perahu kita kehabisan bahan bakar sebelum sampai tujuan..

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Wasiat Pemulung Tua kepada Anaknya di Dalam Gerobak

19 Mei 2016   13:23 Diperbarui: 19 Mei 2016   13:40 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di dalam gerobak beroda dua dengan tongkat kayu penahannya.
Seorang bocah berbaring di pangkuan lelaki tua.
Dengan sarung kotak-kotak sisa salat
Berujar ia :

Anakku, dengar wasiat Bapakmu
Esok pagi, pergilah ke kolong Ampera
Kenakanlah pakaian terbaik yang kau punya
Pakailah pula sepasang sepatu beda warna yang bapak temukan tadi pagi
Bersikap santunlah
Orang-orang kaya membuka sekolah untuk yang tak punya

Tak mengapa mereka mencari muka
Tak mengapa di antaranya bermuka dua
Kau Hanya perlu tebal muka, nak
Dari cibiran mulut manis mereka

Datang, duduk dan belajarlah
Hitunglah jika diminta
Tuliskan jika diperintah
Pulanglah jika kau sepintar mereka

Setelah kau pintar kelak, nak
Jadilah guru, segurunya saja
Tak usah kau jual buku dan pena

Saat kau lebih pintar lagi, nak
Jadilah dosen, sedosennya saja
Usah kau rangkap jadi calo IPK

Saat kau semakin pintar, nak
Jadilah menteri pendidikan, sementerinya saja
Usah kau jadi pembuat sejarah
Mengubah kurikulum demi ukirkan nama

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun