Tren menarik diri dari masyarakat yang dilakukan oleh sebagian anak muda belakangan ini telah menjadi sorotan. Fenomena ini memunculkan sejumlah pertanyaan tentang kerugian dan bagaimana dampak buruknya terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan.Â
Artikel ini akan membahas 5 poin utama tentang anak muda yang menarik diri dari masyarakat dan dampak negatif yang mungkin timbul.
Dorongan untuk Menarik Diri
Banyak anak muda yang tertekan oleh ekspektasi sosial dan tuntutan yang merasa ada dalam masyarakat. Mereka mungkin mengalami stres,atau bahkan depresi akibat tekanan ini.Â
Oleh karena itu, mereka memilih untuk menarik diri sebagai cara untuk melindungi kesejahteraan mental dan emosional mereka. Beberapa alasan lain yang mungkin termasuk perubahan nilai-nilai dan minat pribadi, ketidakcocokan dengan norma-norma sosial yang ada, atau bahkan rasa putus asa terhadap perubahan dalam lingkungan sosial mereka.Â
Â
Dampak Psikologis Individu
Menarik diri dari masyarakat dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan pada individu. Rasa kesepian dan kesepian bisa meningkat, yang pada peringatannya dapat menimbulkan masalah kesejahteraan mental yang sudah ada atau bahkan menyebabkan masalah baru.Â
Kekurangan interaksi sosial juga dapat menghambat perkembangan sosial dan keterampilan komunikasi, yang penting untuk menjalani kehidupan yang seimbang.
Dampak Sosial
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan. Anak muda yang menarik diri mungkin kehilangan peluang untuk berkontribusi pada masyarakat, baik melalui pekerjaan, pendidikan, atau kegiatan sosial.Â