Aku merasa kecewa kepada wanita-wanita yang telah menyakiti, dan mengkhianati suaminya. Bayang pun, dari pagi sampai sore, bahkan malam. Ia bekerja mencari uang, untuk menafkahi istrinya. Akan tetapi, dibelakang suaminya. Ia malah mencari tempat bersandar kepada lelaki lainnya.Â
Tega sekali kau ! Apakah kamu tidak berfikir ? Fungsi istri itu sebagai pakaian, saat musim dingin kau harus menghangatkannya, dan kala musim panas kau harus mampu meneduhkannya. Harus !
Setidaknya kau harus menghargai pengorbanan, dan totalitas cintanya kepadamu. Jangan mentang-mentang, ada kesempatan, dan kau suka terhadap lelaki lain. Kemudian kau bersandar pada bahu yang lain. Jangan !
Jaga lah kesucian cintamu ! Cinta yang telah diikat erat pernikahan adalah cinta asli, bukan cinta-cintaan. Harus saling menjaga kebersamaan, dan kedamaian rumah tangga.
Jagalah martabat/kehormatan dirimu dan suamimu. Maka surga akan melambai-lambai, dan menarik paksa kepadamu.
* * *
Sarang, 14 Dzulhijjah 1443 H.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI