Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Dosen - Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Gaya Penulisan, Mulai dari Meniru hingga Temukan Gaya Sendiri

29 Agustus 2020   11:26 Diperbarui: 29 Agustus 2020   18:51 705
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: dok pribadi.

Berbicara tentang dunia tulis-menulis, selalu ada celah-celah untuk diungkapkan, dikuakkan. Beragam macam tulisan membahas soal yang satu ini. Tapi, selalu saja ada ruang yang bisa ditulis. Itulah sebabnya, pembicaraan tentang dunia penulisan tak pernah berakhir.

Belajar dari Meniru

Kali ini kita akan kembali membicarakannya, terutama dari sisi gaya penulis. Penekanannya ada pada bagaimana suatu gaya penulisan didapatkan, bagaimana proses perkembangannya, hingga menemukan gaya paling sesuai yang sekaligus membedakan seorang penulis dengan penulis lainnya.

Untuk mempermudah pemahaman, saya akan gunakan perjalanan kepenulisan sendiri, termasuk bagaimana saya menemukan orang-orang yang berkontribusi membangun kemampuan saya di bidang yang satu ini. Sama sekali bukan bermaksud membanggakan diri  yang tidak seberapa ini---jauh dari itu,  melainkan untuk menunjukkan bagaimana proses menjadi diri sendiri itu terjadi.

Pembelajaran saya di bidang tulis-menulis banyak dipengaruhi oleh orang lain yang saya sebut sebagai mentor. Saya banyak belajar dari mereka. Saya juga sangat dipengaruhi oleh bacaan-bacaan yang sebut sebagai referensi

Belajar dari Tiga Mentor

Ada orang-orang yang membantu saya belajar ilmu menulis, mendorong saya semakin menyukai dan menekuni bidang yang satu ini.

Pertama, Bapak The Liang Gie. Beliau bermukim di Jogjakarta. Beliaulah pada tahun 90-an memberikan banyak bahan belajar, terutama buku-buku, untuk saya pelajari. Saya belajar ilmu mengarang di kursus mengarang yang beliau pimpin.

Teringat dengan bagaimana beliau meng-asistensi saya dengan kesungguhan hati. Karena jenis kursus yang saya ikuti sifatnya jarak jauh, maka tentu saja penugasan dan pemeriksaan jawaban terhadap soal-soal latihan dilakukan melalui surat yang dikirim via kantor pos.

Bapak The Liang Gie (kini almarhum) memberikan penilaian dan koreksi melalui tulisan tangan, langsung di kertas jawaban yang saya kirim.

Tulisan tangan beliau sangat apik, khas hasil belajar masa silam, tebal-tipis, sedikit miring ke kanan. Senang sekali melihatnya. Saya pun mengikuti beberapa tingkatan kursus, berharap mendapatkan ilmu mengarang lebih mendalam dari beliau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun