Mohon tunggu...
Eben Eser
Eben Eser Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

I feel the need, the need for speed

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Warung Madura Menolak Work Life Balance

9 Februari 2025   09:30 Diperbarui: 9 Februari 2025   09:30 58
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Raga sengsara, hati senang; raga senang, hati sengsara."

Warung sembako Madura yang buka 24 jam adalah jawaban langsung atas kebutuhan kota yang hidup tanpa henti. 

Mereka menyediakan kebutuhan dasar seperti beras, gula, dan bahan masak lainnya kapan saja dibutuhkan, menunjukkan betapa kuatnya etos kerja orang Madura. 

Mereka paham, kebutuhan tidak mengenal waktu, jadi mereka tetap buka untuk melayani komunitas, bahkan di tengah malam.

Etos kerja keras ini bukan hanya tentang bisnis. 

Ini adalah cerminan dari budaya Madura yang menghargai ketekunan dan tanggung jawab. 

Warung ini buka 24 jam karena kesadaran bahwa pelayanan adalah prioritas, bukan hanya karena potensi keuntungan. 

Mereka menunjukkan bahwa berusaha memenuhi kebutuhan orang lain adalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka, bukan hanya pekerjaan.

Warung Madura juga menunjukkan adaptasi mereka terhadap zaman dengan menerima pembayaran digital, membuat transaksi lebih mudah bagi semua orang. 

Selain itu, mereka membantu ekonomi lokal dengan menjual produk dari usaha kecil di sekitarnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun