Mohon tunggu...
Eko Sudaryanto
Eko Sudaryanto Mohon Tunggu... Freelancer - Awam yang beropini

Awam yang beropini!

Selanjutnya

Tutup

Politik

Lebih Terhormat Jika Partai Nasdem Rekrut Para "Freshman", Bukan Politisi "Kutu Loncat"

26 Juli 2012   13:26 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:35 288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

37 atau 137 politisi atau kader parpol lain yang menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan, telah melakukan komunikasi untuk bergabung dengan partainya Surya Paloh, bukanlah sebuah prestasi yang layak dibanggakan. Meskipun dapat membuat brrbunga-bunga hati para pengurusnya.


Karena sebagai sebuah Parpol baru yang mengusung slogan GERAKAN PERUBAHAN, dan mampu memikat banyak individu yang geram dengan situasi sosial politik dan ekonomi di negeri ini, diharapkan mampu melakukan lebih dari sekedar menampung politisi Parpol lain yang frustasi karena berbagai alasan. Apapun sebutan yang paling tepat buat mereka.


Sebagai sebuah Parpol baru yang penuh idealisme, yang berkehendak untuk dapat eksis jauh melampaui tahun 2014-2019, bukankah lebih membanggakan jika mampu merekrut para "FRESHMAN" yang mempunyai potensi untuk "dimatangkan" menjadi politikus handal yang mempunyai idealisme,ideologi moral dan politik khas Partai Nasional Demokrat?


Hal ini bukan berarti Partai Nasdem menutup pintu rapat-rapat bagi "politisi yang sudah jadi", yang berasal dari Parpol lain. Namun untuk merekrut mereka tentu diperlukan ekstra usaha dan ultra kehati-hatian, agar tidak salah memilih para oportunis yang mencari kesempatan lebih baik dan/atau karena tertarik dengan iming-iming modal kampanye 5-10 milyar yang akan mereka berikan kepada para Calegnya .


Lagi pula, terlalu banyak merekrut politisi yang sudah malang melintang di Parpol lain, mengesankan bahwa Partai Nasdem hanya beorientasi atau bernafsu untuk "memenangkan" pesta demokrasi tahun 2014. Bukan masa depan yang lebih panjang dan lebih jauh daripada cakrawala, seperti yang dengan bangga mereka suarakan berulang-ulang layaknya sebuah doa!

(E. SUDARYANTO, KOMPASIANA - 26072012)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun