Mohon tunggu...
Dyah Puranti
Dyah Puranti Mohon Tunggu... Guru - Guru SDN 2 Purbalingga Lor

Saya adalah guru yang berkecimpung dalam pendidikan dasar, terutama SD.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Kompetensi Sosial Emosional

16 Agustus 2023   21:38 Diperbarui: 16 Agustus 2023   21:57 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Pembelajaran Sosial Emosional : Guru dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi dengan mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional. Hal ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang memetakan kebutuhan murid diantaranya kesiapan murid, minat, dan profil belajar murid dengan menggunakan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan murid agar pembelajaran semakin menyenangkan dan dapat mewujudkan merdeka belajar.

Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa kompetensi sosial akan terbentuk dalam diri murid ketika guru memberikan teladan dan kegiatan ice breaking di kelas sehingga guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai tugas pokok guru kelas. Setelah mempelajari modul 2.2, ternyata proses pembelajaran sosial emosional perlu diberikan pada murid dengan menyusun rancangan pelaksanaan lapangan yang dapat diberikan dengan cara terintegrasi dengan pembelajaran berdifrensiasi, pengajaran ekspilit, dan budaya positif di sekolah.

Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:

  • Ada 5 (lima) kompetensi sosial emosional, yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab.
  • Kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional.
  • Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional berdasarkan kesadaran penuh dengan pembelajaran eksplisit, pembelajaran terintegrasi dan penerapan budaya positif yang melibatkan seluruh warga sekolah dapat mendukung terwujudnya well-being ekosistem sekolah.

Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah :
a. Bagi murid-murid :

  • Pengajaran eksplisit sebagai implementasi Pembelajaran Sosial Emosional agar murid dapat menumbuhkankembangkan emosinya, melatih diri dalam mengelola emosi dan berelasi dengan orang lain serta berefleksi tentang 5 Kompetensi Sosial Emosional bersama dengan teman-teman.

Pembelajaran akademik terintegrasi Kompetensi Sosial Emosional, yaitu dengan mengintegrasikan ke dalam konten pembelajaran dan strategi dan materi pembelajaran.

Keterlibatan murid dan warga sekolah untuk melaksanakan budaya positif yang telah disepakati di sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi murid.

b. Bagi rekan sejawat :

1. Menjadi teladan bagi penerapan Kompetensi Sosial Emosional dalam peran dan tugas sebagai guru, menciptakan budaya saling memberi apresiasi, dan menumbuhkan rasa peduli dengan teman sejawat.

2. Mengembangkan diri untuk melakukan refleksi Kompetensi Sosial Emosional secara pribadi, berkolaborasi antar rekan sejawat, mengembangkan pola pikir bertumbuh, siap dalam menghadapi perubahan ke arah yang lebih baik, dan berbagi praktik baik dengan rekan sejawat

3. Berkolaborasi bersama dengan rekan sejawat untuk melaksanakan kompetensi sosial emosional agar tercipta pembelajaran yang berpihak pada murid, dan membangun murid menjadi pribadi dengan budi pekerti yang baik, yang memiliki kesadaran diri untuk berubah menuju kebaikan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun