"Ibu, kalau boleh sekali ini saja aku ingin sarapan dengan semangkuk bubur saja. Bubur putih kental dengan irisan ayam panggang. Aku merindukan rasa itu bu."
"Ivone ...."
Â
Mengapa aku lebih memilih tanah kelahiranku dibandingkan tempat di mana aku menghabiskan waktuku belakangan ini?Â
Dorongan itu begitu kuat entah kenapa aku harus kembali ke tempat di mana aku dilahirkan.Â
"Kulitmu nampak pucat dan wajahmu menegang. Apa kau baik-baik saja?"
"Oh, ya perkenalkan aku Abimayu, Setya Abimayu dari Indonesia.
"Aku Ivone Unggul Putra Pratama. Panggil saja aku Ivone, aku pun berasal dari Indonesia."Â
"Wah ..., aku tadi sempat menyangka bahwa kau Ivone penduduk asli negara ini. Karena wajahmu bukanlah wajah negeri tropis pada umumnya. Maaf, aku ini sok tahu ya."Â
"Tak masalah, santai saja kawan. Apa mungkin ini karena parasku yang terlalu menawan. Tahukah kau kawan bahwasanya wajahku mengutukku. Haha ... hahaha, tentu saja aku bergurau."Â
Penghujung 2022 entah mengapa secara tiba-tiba aku teringat seorang kawan yang belum lama aku kenal. Ia pun mengatakan secara jelas padaku bahwa ia bermukim di tempat ini negeri tropis ini.